Tanah longsor merupakan salah satu bencana yang paling sering terjadi di wilayahpegunungan Indonesia, termasuk di Desa Peron, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal,yang terletak di lereng Gunung Ungaran dan memiliki riwayat kejadian longsor berulang.Pengetahuan masyarakat tentang mitigasi bencana tanah longsor menjadi faktor penting dalamupaya pengurangan risiko bencana, namun data mengenai kondisi pengetahuan awalmasyarakat di wilayah ini masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuigambaran tingkat pengetahuan awal masyarakat Desa Peron tentang mitigasi bencana tanahlongsor sebagai data dasar (baseline) sebelum pelaksanaan program mitigasi bencana berbasismasyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampelsebanyak 120 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling pada kegiatanpembukaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BEMFMIPA Universitas Negeri Semarang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pretestberupa 10 soal pilihan ganda yang telah diuji reliabilitasnya (Cronbach's Alpha = 0,809) dandianalisis secara deskriptif menggunakan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkanbahwa lebih dari separuh responden (55,0%) memiliki tingkat pengetahuan pada kategorikurang, sedangkan 30,8% berada pada kategori baik dan 14,2% pada kategori cukup, denganrata-rata skor pengetahuan sebesar 60,17 (skala 0–100). Proporsi jawaban benar pada seluruhbutir soal relatif merata (57,0%–65,0%). Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkatpengetahuan awal masyarakat Desa Peron tentang mitigasi bencana tanah longsor masihtergolong rendah, sehingga diperlukan program edukasi yang komprehensif dan berkelanjutansebagai tindak lanjut dari hasil pemetaan ini.