Arham Ade Ahmad
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS POLA KONSUMSI FAST FASHION DAN KESADARAN LINGKUNGAN MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Arham Ade Ahmad; Aqeela Gulrukh Nurrudin; Naura Tsany Nirmala; Shalwa Faniya; Kemal Maulana; Andhina Putri Heriyanti; Trida Ridho Fariz
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan industri fast fashion mendorong pola konsumsi pakaian berlebihanyang menghasilkan timbulan limbah tekstil dalam jumlah besar. Penelitian ini bertujuanmenganalisis pola konsumsi fast fashion mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES),tingkat kesadaran lingkungan terhadap limbah tekstil, serta hubungan keduanya. Penelitiandilaksanakan di UNNES (2026) menggunakan pendekatan mixed methods denganpengumpulan data kuesioner daring dan wawancara mendalam. Pengambilan sampel dilakukandengan proportionate stratified random sampling (115 responden dari sembilan fakultas), sertawawancara secara purposive sampling. Analisis kuantitatif menggunakan statistik deskriptifdan korelasi Spearman, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi, penyajian, danpenarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pola konsumsi fast fashion mahasiswaUNNES tergolong moderat dan rasional, ditandai mayoritas (77,4%) membeli 1–2 potongpakaian per belanja, berbelanja setiap 3–6 bulan sekali (55,7%), serta didorong kebutuhan(65,2%). Tingkat kesadaran lingkungan mahasiswa tergolong tinggi dengan 91,3% mengenalkonsep fast fashion dan 40,9% tidak setuju terhadapnya. Namun, terdapat kesenjangan sikapdan perilaku nyata (attitude-behavior gap) yang tercermin dari rendahnya daur ulang pakaian(31,3%) akibat minimnya infrastruktur pengelolaan limbah kampus. Hasil uji Spearmanmenunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pola konsumsi fast fashion dengankesadaran lingkungan mahasiswa (rs = -0,094; p = 0,315). Gender dan usia tidak memengaruhipandangan terhadap fast fashion. Diperlukan intervensi berupa edukasi dan penyediaan fasilitaspengelolaan limbah tekstil di kampus untuk menjembatani kesenjangan tersebut.
ANALISIS VEGETASI POHON DALAM MENDUKUNG MITIGASI TANAH LONGSOR DI KAWASAN WISATA WATU SUMONG, DESA PERON Inayatul Isnaeni; Muhammad Umar Al Faruq; Fauzi Helmi Romadon; Arham Ade Ahmad; Sabrina Fatmawati
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah longsor merupakan salah satu bencana geologi yang dipengaruhi oleh kondisi topografi,curah hujan, dan karakteristik vegetasi penutup lahan. Penelitian ini bertujuan menganalisiskomposisi, struktur, dan keanekaragaman vegetasi pohon pada kawasan rawan longsor diWisata Watu Sumong, Desa Peron, Kabupaten Kendal, serta mengkaji potensinya dalammendukung upaya mitigasi tanah longsor. Penelitian menggunakan metode deskriptifkuantitatif dengan pendekatan survei lapangan melalui metode jelajah pada tiga stasiunpengamatan yang ditentukan secara purposive berdasarkan tingkat kerawanan longsor, kondisitopografi, dan tutupan vegetasi. Data dianalisis menggunakan parameter kerapatan, frekuensi,dominansi, Indeks Nilai Penting, Indeks Shannon-Wiener, Indeks Kemerataan, dan IndeksMargalef. Hasil penelitian menginventarisasi 20 spesies pohon dengan total 83 individu.Sengon (Falcataria moluccana) merupakan spesies dominan pada seluruh stasiun denganIndeks Nilai Penting sebesar 29.36% pada Stasiun 1, 62,56% pada Stasiun 2, dan 32,26% padaStasiun 3. Nilai Indeks Shannon-Wiener berturut-turut sebesar 2,318; 1,183; dan 1,766,sedangkan secara gabungan kawasan memiliki nilai 2,26, Indeks Kemerataan sebesar 0,75, danIndeks Margalef sebesar 4,31. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kawasan penelitian memilikitingkat keanekaragaman sedang dengan kemerataan yang tinggi, namun Stasiun 2 mengalamidominansi vegetasi yang tinggi dan keanekaragaman rendah sehingga berpotensi mengurangiefektivitas fungsi vegetasi dalam mitigasi longsor. Oleh karena itu, pengayaan jenis pohondengan karakteristik perakaran yang beragam diperlukan untuk meningkatkan stabilitas lerengdan memperkuat fungsi mitigasi bencana tanah longsor secara berkelanjutan.