Akbar Rasya Pramudian
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Potensi Akumulasi Air Menggunakan Topographic Wetness Index sebagai Informasi Pendukung Mitigasi Longsor di Desa Peron, Kendal Fauzi Helmi Romadhon; Fauzan Febriyanto; Deffa Maulidan; Halfidz Defrians Krisnanda; Akbar Rasya Pramudian; Abdul Jabbar; Trida Ridho Fariz
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan air yang terakumulasi pada lereng merupakan salah satu faktor yang dapatmenurunkan kestabilan tanah dan meningkatkan potensi terjadinya longsor. Desa Peron,Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal merupakan wilayah perbukitan yang memilikiriwayat kejadian longsor, namun informasi mengenai indikasi potensi akumulasi airberdasarkan karakteristik topografi di wilayah tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuanmenganalisis distribusi spasial indikasi potensi akumulasi air menggunakan pendekatanTopographic Wetness Index (TWI) berbasis Sistem Informasi Geografis sebagai informasiawal dalam mendukung mitigasi longsor. Data yang digunakan berupa Digital ElevationModel Nasional (DEMNAS) yang diolah menggunakan ArcGIS 10.8 melalui tahapanperhitungan kemiringan lereng, arah aliran, akumulasi aliran, dan nilai TWI. Hasil analisismenunjukkan bahwa nilai TWI di Desa Peron berada pada rentang -0,09975 hingga 20,7743dengan enam kelas kelembapan topografis. Wilayah dengan nilai TWI tinggi menunjukkanindikasi kecenderungan akumulasi air yang lebih besar berdasarkan kondisi topografi,sedangkan nilai TWI rendah menunjukkan kecenderungan drainase yang lebih baik. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa TWI dapat memberikan indikasi spasial mengenaikecenderungan potensi akumulasi air, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai informasipendukung dalam mitigasi longsor. Hasil ini tidak menunjukkan kondisi akumulasi air aktual,sehingga diperlukan validasi lapangan dan integrasi dengan faktor pengontrol longsor lainnyauntuk menghasilkan informasi yang lebih komprehensif.
Tingkat Pengetahuan Awal Masyarakat tentang Mitigasi Bencana Tanah Longsor di Desa Peron, Kabupaten Kendal Nadhifah Kultsum Khairunnisa; Rameyza Elya Achmad; Anindita Nasywa Prasyanti; Akbar Rasya Pramudian
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah longsor merupakan salah satu bencana yang paling sering terjadi di wilayahpegunungan Indonesia, termasuk di Desa Peron, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal,yang terletak di lereng Gunung Ungaran dan memiliki riwayat kejadian longsor berulang.Pengetahuan masyarakat tentang mitigasi bencana tanah longsor menjadi faktor penting dalamupaya pengurangan risiko bencana, namun data mengenai kondisi pengetahuan awalmasyarakat di wilayah ini masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuigambaran tingkat pengetahuan awal masyarakat Desa Peron tentang mitigasi bencana tanahlongsor sebagai data dasar (baseline) sebelum pelaksanaan program mitigasi bencana berbasismasyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampelsebanyak 120 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling pada kegiatanpembukaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BEMFMIPA Universitas Negeri Semarang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pretestberupa 10 soal pilihan ganda yang telah diuji reliabilitasnya (Cronbach's Alpha = 0,809) dandianalisis secara deskriptif menggunakan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkanbahwa lebih dari separuh responden (55,0%) memiliki tingkat pengetahuan pada kategorikurang, sedangkan 30,8% berada pada kategori baik dan 14,2% pada kategori cukup, denganrata-rata skor pengetahuan sebesar 60,17 (skala 0–100). Proporsi jawaban benar pada seluruhbutir soal relatif merata (57,0%–65,0%). Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkatpengetahuan awal masyarakat Desa Peron tentang mitigasi bencana tanah longsor masihtergolong rendah, sehingga diperlukan program edukasi yang komprehensif dan berkelanjutansebagai tindak lanjut dari hasil pemetaan ini.