Tanah longsor merupakan salah satu bencana geologi yang dipengaruhi oleh kondisi topografi,curah hujan, dan karakteristik vegetasi penutup lahan. Penelitian ini bertujuan menganalisiskomposisi, struktur, dan keanekaragaman vegetasi pohon pada kawasan rawan longsor diWisata Watu Sumong, Desa Peron, Kabupaten Kendal, serta mengkaji potensinya dalammendukung upaya mitigasi tanah longsor. Penelitian menggunakan metode deskriptifkuantitatif dengan pendekatan survei lapangan melalui metode jelajah pada tiga stasiunpengamatan yang ditentukan secara purposive berdasarkan tingkat kerawanan longsor, kondisitopografi, dan tutupan vegetasi. Data dianalisis menggunakan parameter kerapatan, frekuensi,dominansi, Indeks Nilai Penting, Indeks Shannon-Wiener, Indeks Kemerataan, dan IndeksMargalef. Hasil penelitian menginventarisasi 20 spesies pohon dengan total 83 individu.Sengon (Falcataria moluccana) merupakan spesies dominan pada seluruh stasiun denganIndeks Nilai Penting sebesar 29.36% pada Stasiun 1, 62,56% pada Stasiun 2, dan 32,26% padaStasiun 3. Nilai Indeks Shannon-Wiener berturut-turut sebesar 2,318; 1,183; dan 1,766,sedangkan secara gabungan kawasan memiliki nilai 2,26, Indeks Kemerataan sebesar 0,75, danIndeks Margalef sebesar 4,31. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kawasan penelitian memilikitingkat keanekaragaman sedang dengan kemerataan yang tinggi, namun Stasiun 2 mengalamidominansi vegetasi yang tinggi dan keanekaragaman rendah sehingga berpotensi mengurangiefektivitas fungsi vegetasi dalam mitigasi longsor. Oleh karena itu, pengayaan jenis pohondengan karakteristik perakaran yang beragam diperlukan untuk meningkatkan stabilitas lerengdan memperkuat fungsi mitigasi bencana tanah longsor secara berkelanjutan.