Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh manajemen modal kerja dan likuiditas terhadap profitabilitas pada perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2022–2024. Manajemen modal kerja diproksikan dengan Cash Conversion Cycle, likuiditas diukur menggunakan Current Ratio, sedangkan profitabilitas diproksikan dengan Return on Assets. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Populasi penelitian mencakup 31 perusahaan, sedangkan sampel terdiri atas 23 perusahaan yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kelengkapan laporan keuangan dan ketersediaan data penelitian. Dengan periode pengamatan tiga tahun, diperoleh 69 observasi. Data yang digunakan berupa data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan perusahaan dan dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics. Teknik analisis meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji parsial, uji simultan, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cash Conversion Cycle berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return on Assets. Current Ratio juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return on Assets. Secara simultan, Cash Conversion Cycle dan Current Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,620 menunjukkan bahwa 62 persen variasi profitabilitas dapat dijelaskan oleh manajemen modal kerja dan likuiditas, sedangkan 38 persen sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan siklus kas yang efektif dan kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek secara memadai dapat mendukung peningkatan profitabilitas. Implikasi penelitian menekankan pentingnya optimalisasi modal kerja dan pengendalian likuiditas bagi manajemen, sekaligus memberikan informasi relevan bagi investor dalam menilai kinerja keuangan.