Mamay Humeroh
UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dialektika Makna Lahir dan Makna Batin dalam Hadis: Analisis Hermeneutika Sufistik terhadap Tradisi Penafsiran Hadis Klasik Febri Ferdiansah; Ahmad Hijazih Al Faqih; Dea Puspita; Mamay Humeroh; Agus Ali Dzawafi
SERUMPUN : Journal of Education, Politic, and Social Humaniora Vol. 4, No. 2 : SERUMPUN (JULY-AUGUST 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/srp.v4i2.470

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memperluas akses masyarakat Muslim terhadap hadis melalui berbagai platform daring, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan berupa fragmentasi pemahaman akibat penyajian teks keagamaan yang terlepas dari konteks metodologisnya. Kondisi tersebut memunculkan kembali perdebatan antara pendekatan tekstual yang menekankan makna lahir (zāhir) dan pendekatan spiritual yang menggali makna batin (bāṭin) hadis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dialektika makna lahir dan makna batin hadis dalam perspektif hermeneutika sufistik serta mengkaji relevansinya dalam memahami hadis di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research melalui kajian terhadap hadis dalam Ṣaḥīḥ al-Bukhārī dan Ṣaḥīḥ Muslim, karya tasawuf klasik Al-Ghazali, Al-Qushayri, dan Ibn Arabi, serta literatur akademik terkait hermeneutika hadis. Analisis dilakukan melalui tahapan verifikasi hadis, kajian tekstual, analisis konteks, dan interpretasi sufistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna lahir dan makna batin bukanlah dua pendekatan yang saling bertentangan, melainkan dua dimensi yang saling melengkapi. Hermeneutika sufistik menawarkan model pembacaan moderat yang mengintegrasikan validitas teks, konteks historis, dan kedalaman spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan tersebut relevan sebagai alternatif metodologis dalam menghadapi tantangan pemahaman hadis di ruang digital.