Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Penjadwalan Proyek Warehouse Small Parts Menggunakan Metode PDM dan PERT (Studi Kasus: Proyek Gedung Warehouse Camp UT Km 92 Tabang) Jihan Cindyni Firrischa; Reno Pratiwi; Maslina
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.598

Abstract

Proyek pembangunan Warehouse Small Parts PT United Tractors Tbk di Kawasan KM 92, Site PT Tiwa Abadi, Tabang, Kalimantan Timur, merupakan investasi strategis senilai Rp5.819.715.396,99 dengan durasi pelaksanaan 140 hari kalender. Lokasi proyek yang berada di daerah remote dengan tantangan logistik dan geografis tinggi menyebabkan risiko keterlambatan yang perlu diantisipasi melalui analisis penjadwalan yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun jaringan kerja (network planning), mengidentifikasi jalur kritis, serta menghitung probabilitas penyelesaian proyek tepat waktu. Metode yang digunakan adalah integrasi Precedence Diagram Method (PDM) dan Program Evaluation and Review Technique (PERT), dengan bantuan perangkat lunak Microsoft Project untuk mengolah Work Breakdown Structure (WBS) dan hubungan antar-aktivitas (Finish-to-Start, Start-to-Start, lead, dan lag). Data durasi optimis, paling mungkin, dan pesimis diperoleh melalui kuesioner kepada 30 responden berpengalaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 10 item pekerjaan utama, terdapat 6 item pekerjaan yang berada pada jalur kritis, yaitu pekerjaan struktur (pilecap, kolom pedestal, tie beam, dan plat lantai), konstruksi baja, penutup atap, arsitektur, sanitair, dan elektrikal. Analisis probabilitas dengan PERT menghasilkan nilai 50,00% pada hari ke-140, yang termasuk dalam kategori “Even Chance”, menunjukkan peluang penyelesaian tepat waktu dan keterlambatan yang seimbang. Hasil ini mengindikasikan bahwa keberhasilan proyek sangat bergantung pada pengendalian optimal oleh kontraktor pelaksana terhadap pekerjaan-pekerjaan kritis tersebut.