Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Efektivitas Alokasi Biaya SMKK dalam Mendukung Capaian Zero Accident pada Proyek Jaringan Interkoneksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) (Studi Kasus Proyek Interkoneksi IPA di Ibu Kota Nusantara) Muhammad Ikhsan; Reno Pratiwi; Maslina
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.603

Abstract

Sektor konstruksi memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi sehingga perlu adanya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) dengan alokasi biaya yang memadai dan sesuai regulasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis biaya SMKK per satuan luas, persentasenya terhadap nilai kontrak proyek sebelum dan sesudah analisis, serta efektivitas alokasinya dalam mendukung capaian zero accident pada Proyek Pembangunan Jaringan Interkoneksi IPA Sepaku Semoi ke IPA Sepaku di Ibu Kota Nusantara. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui analisis dokumen Rencana Anggaran Biaya, nilai kontrak, luas area proyek, dan kesesuaian komponen biaya terhadap Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021 serta Surat Edaran Menteri PUPR Nomor 11/SE/M/2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya aktual SMKK sebesar Rp5.490.540.900,00 pada area seluas 158.500 m², sehingga diperoleh biaya sebesar Rp34.640,64/m². Persentase biaya SMKK sebelum analisis sebesar 1,23% dari total nilai kontrak proyek Rp445.487.622.000,00, sedangkan setelah analisis meningkat menjadi 1,31%. Nilai tersebut masih berada di bawah rentang acuan standar ideal 1,5%-2,5%. Seluruh komponen biaya yang dipersyaratkan telah tercantum dalam RAB dan pelaksanaannya mendukung capaian zero accident. Namun, dari segi kecukupan anggaran belum optimal, terutama pada komponen alat pelindung diri. Dengan demikian, alokasi biaya SMKK dinilai efektif secara struktural dan operasional, tetapi masih memerlukan penyesuaian anggaran agar perlindungan keselamatan kerja lebih optimal pada setiap tahapan pelaksanaan proyek konstruksi di kawasan IKN.