Erna Lisnawati Gea
Universitas Nias

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMANFAATAN CERITA RAKYAT BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PESERTA DIDIK DI KELAS III SDN 071014 DIMA Erna Lisnawati Gea; Dernius Hura; Arozatulo Bawamenewi; Iman Sudi Zega
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.15793

Abstract

ABSTRACT This study was prompted by the limited reading-aloud skills of third-grade students in Indonesian language learning at SDN 071014 Dima, particularly in reading fluency, pronunciation accuracy, and intonation. The study aimed to describe the implementation of local wisdom-based folklore and the improvement of students’ reading-aloud skills. A Classroom Action Research (CAR) approach based on the Kemmis and McTaggart model was conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection. The study involved 18 students selected through total sampling because all students in the third-grade class were involved as research participants. Data were collected through observation, tests, and documentation, using observation sheets and a reading-aloud assessment rubric covering fluency, pronunciation, and intonation. The intervention employed Nias folklore as reading material, accompanied by reading modeling, turn-taking practice, guidance, and feedback to improve students’ reading performance. The data were analyzed descriptively and quantitatively by calculating the mean reading-aloud performance and the percentage of students achieving learning mastery in each cycle. The results showed an increase in the mean reading-aloud performance from 62.96% in Cycle I to 78.24% in Cycle II, representing an absolute increase of 15.28 percentage points. Learning mastery also increased from 6 students (33.33%) to 15 students (83.33%). This achievement met the success criterion, with at least 75% of students reaching the Minimum Learning Achievement Criterion (KKTP). The findings indicate that the use of local wisdom-based folklore can support the development of reading-aloud skills while incorporating local cultural contexts into Indonesian language learning. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan membaca nyaring peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas III SDN 071014 Dima, terutama pada aspek kelancaran membaca, ketepatan lafal, dan intonasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan cerita rakyat berbasis kearifan lokal dan peningkatan keterampilan membaca nyaring peserta didik. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 18 peserta didik yang ditetapkan melalui teknik total sampling karena seluruh peserta didik dalam kelas III dilibatkan sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi dengan instrumen berupa lembar observasi dan rubrik penilaian membaca nyaring yang mencakup kelancaran, lafal, dan intonasi. Tindakan memanfaatkan cerita rakyat Nias sebagai bahan bacaan, disertai pemodelan membaca, latihan bergantian, bimbingan, dan umpan balik untuk memperbaiki kemampuan membaca peserta didik. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui perhitungan rata-rata keterampilan membaca nyaring dan persentase ketuntasan belajar pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keterampilan membaca nyaring meningkat dari 62,96% pada Siklus I menjadi 78,24% pada Siklus II, sehingga terdapat peningkatan absolut sebesar 15,28 poin persentase. Ketuntasan belajar meningkat dari 6 peserta didik (33,33%) menjadi 15 peserta didik (83,33%). Capaian tersebut telah memenuhi indikator keberhasilan, yaitu sekurang-kurangnya 75% peserta didik mencapai KKTP. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan cerita rakyat berbasis kearifan lokal dapat mendukung perkembangan keterampilan membaca nyaring sekaligus menghadirkan konteks budaya lokal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.