Collaboration among Islamic boarding schools is one of the strategies that can be implemented to improve the quality of Islamic education, but studies on the permanent sharing of teaching staff along with their families remain relatively limited. This study aims to analyze the implementation of the Teaching Staff Sharing Model between the Daarul Mustaqiem in Pamijahan, Bogor, and Al-Fatah Islamic Boarding School in Temboro, Magetan within the Planning, Organizing, Actuating, and Controlling (POAC) framework, as well as to examine its contribution to improving the quality of students. The study employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis from 15 informants selected through purposive sampling. The results indicate that the program began with an educational field trip that led to an agreement to station one pair of educators along with their families for a period of three years. The program resulted in improved quality of of the Qur’an, discipline in worship, the development of students’ character, as well as an increase in the competence of local educators through the process of knowledge transfer, habituation, and modeling. Although the formal program has ended, its impact continues through the training of student leaders and the formation of an academic network among boarding schools. This study produced the Family-Based Educator Sharing Model comprising the stages of needs identification, partnership formation, and the placement of educators Abstrak Kerja sama antar-pesantren merupakan salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam, namun kajian mengenai sharing tenaga pendidik secara menetap beserta keluarga masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Model Sharing Tenaga Pendidik antara Pondok Pesantren Daarul Mustaqiem Pamijahan Bogor dan Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro Magetan dalam kerangka Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC), serta mengkaji kontribusinya terhadap peningkatan mutu santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap 15 informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kegiatan rihlah ilmiah menjadi tahap awal pelaksanaan program, yang selanjutnya menghasilkan kesepakatan mengenai penugasan sepasang tenaga pendidik beserta keluarganya selama kurun waktu tiga tahun. Program tersebut berdampak pada peningkatan kualitas hafalan Al-Qur’an, kedisiplinan ibadah, pembentukan akhlak santri, serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik lokal melalui proses transfer pengetahuan, pembiasaan, dan keteladanan. Meskipun program formal berakhir, dampaknya tetap berlanjut melalui kaderisasi santri dan terbentuknya jaringan keilmuan antar-pesantren. Penelitian ini menghasilkan model sharing tenaga pendidik berbasis keluarga yang terdiri atas tahapan identifikasi kebutuhan, pembentukan kerja sama, penempatan tenaga pendidik beserta keluarga, transfer pengetahuan dan keteladanan, peningkatan mutu santri, serta kaderisasi berkelanjutan. Model ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu santri tidak hanya ditentukan oleh pembelajaran formal, tetapi juga oleh interaksi sosial, budaya pendidikan, dan keteladanan yang berlangsung dalam kehidupan pesantren sehari-hari.