Lailatul Munaweroh
Universitas Islam Negeri Madura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi evaluasi formatif dan sumatif berbasis learning analytics pada pembelajaran PAI di sekolah menengah Lailatul Munaweroh; Laili Azkiya Putri; Kamilatus Sholihah; Abd. Mukhid
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 7 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i7.24108

Abstract

The utilization of Learning Management Systems (LMS) in secondary schools is generally limited to content distribution and has not been optimized as a digital data-based evaluation tool. This study aims to analyze the implementation of integrated formative and summative evaluation based on learning analytics in Islamic Religious Education (PAI) and map the contribution of cyber activity data to student learning outcomes. Employing a qualitative approach with a descriptive case study design, data were gathered through in-depth interviews, cyber classroom observations, and digital documentation via LMS log activity extraction from 6 key informants selected through purposive sampling. The results indicate that the extraction of mechanical LMS data successfully profiles three dimensions of student engagement: behavioral, cognitive, and social engagement. The consistency of log data across these three dimensions is proven to be directly proportional to the student's formative quiz passing rates and final summative scores. For teachers, the analytics dashboard visualization functions as an early warning system to detect declining learning motivation in real-time. The conclusion of this research confirms that fusing cyber process data shifts the conventional evaluation paradigm into an objective, transparent, data-driven assessment model while maintaining the essence of humanistic affective character assessment.  Abstrak Pemanfaatan Learning Management System (LMS) di lingkungan sekolah menengah umumnya masih terbatas sebagai media distribusi materi dan belum dioptimalkan sebagai instrumen evaluasi berbasis data digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi integrasi evaluasi formatif dan sumatif berbasis learning analytics dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta memetakan kontribusi data aktivitas siber terhadap capaian belajar peserta didik. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus deskriptif, data dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi kelas siber, dan dokumentasi berupa ekstraksi log aktivitas digital dari 6 informan kunci yang dipilih via purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi data mekanis LMS berhasil memprofilkan tiga dimensi keterlibatan siswa secara akurat, yaitu perilaku (behavioral), kognitif (cognitive), dan sosial (social engagement). Konsistensi log data pada ketiga dimensi tersebut terbukti berbanding lurus dengan tingkat kelulusan kuis formatif dan nilai sumatif akhir siswa. Sementara bagi guru, visualisasi dashboard analitik berfungsi sebagai early warning system untuk mendeteksi penurunan motivasi belajar secara real-time. Kesimpulan riset ini menegaskan bahwa peleburan data proses siber mampu menggeser paradigma evaluasi konvensional menjadi model penilaian berbasis bukti (data-driven) yang objektif, transparan, sekaligus tetap menjaga esensi penilaian karakter afektif yang humanis. 
Model pembelajaran DIGI-COL untuk meningkatkan kolaborasi digital siswa dalam pembelajaran PAI Lailatul Munaweroh; Abdus Syakur
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 8 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i8.24257

Abstract

Islamic Education (PAI) learning at SMPN 4 Pamekasan is still dominated by the one-way lecture method which makes students passive, coupled with the challenge of smartphone misuse during class hours. This study aims to develop a feasible, practical, and effective DIGI-COL (Digital Collaborative Learning) model to improve group activities and students' cognitive learning outcomes. The method used is Research and Development (R&D) by applying the ADDIE development model to a trial subject of 26 eighth-grade students. Data were collected using expert validation sheets, student response questionnaires, activity observation sheets, and learning outcome tests. The results showed that the DIGI-COL model was highly feasible theoretically with a percentage of 91.17% and highly practical to use with a practicality score of 83.82%. This model also proved effective in activating group collaboration by 84.0% and was able to increase the average cognitive score of students from an initial score of 61.20 to 85.60, with an N-Gain index of 0.63 in the medium category. In conclusion, the DIGI-COL model successfully overcomes student passivity and shifts the function of smartphones into a productive collaborative learning tool by integrating Islamic socio-religious values into digital technology platforms. Abstrak Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 4 Pamekasan masih didominasi metode ceramah satu arah yang membuat siswa pasif, ditambah dengan adanya tantangan penyalahgunaan gawai saat jam pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran DIGI-COL (Digital Collaborative Learning) yang layak, praktis, dan efektif guna meningkatkan aktivitas kelompok dan hasil belajar kognitif siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menerapkan model ADDIE pada subjek uji coba sebanyak 26 siswa kelas VIII. Data dikumpulkan menggunakan instrumen lembar validasi ahli, angket respons siswa, lembar observasi aktivitas, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model DIGI-COL sangat layak secara teoretis dengan persentase 91,17% dan sangat praktis digunakan dengan skor kepraktisan mencapai 83,82%. Model ini juga terbukti efektif mengaktifkan kolaborasi kelompok sebesar 84,0% serta mampu menaikkan nilai rata-rata kognitif siswa dari skor awal 61,20 menjadi 85,60, dengan indeks N-Gain sebesar 0,63 dalam kategori sedang. Simpulannya, model DIGI-COL berhasil mengatasi pasivitas siswa dan mengalihkan fungsi gawai menjadi alat belajar kolaboratif yang produktif dengan menyatukan nilai sosioreligius Islam ke dalam platform teknologi digital.