Street food merupakan bagian penting gaya hidup masyarakat Indonesia, namun aktivitas ini menyumbang food waste yang berdampak negatif pada ekonomi dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumen dalam menghasilkan food waste pada konsumsi street food serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya di Kota Pontianak. Penelitian dilaksanakan pada Februari–Juni 2023 dengan pendekatan kuantitatif terhadap 100 responden yang dipilih secara proporsional di enam kecamatan. Data penelitian ini terdiri dari data primer yang diperoleh secara langsung melalui wawancara terstruktur dengan bantuan kuesioner dan data sekunder diperoleh melalui studi dokumentasi, literatur ilmiah, serta data resmi dari instansi terkait seperti Badan Pusat Statistik (BPS). Data dianalisis menggunakan regresi logistik multinominal. Hasil penelitian menunjukkan penyebab utama food waste adalah porsi makanan terlalu banyak (41%), sisa makanan dibawa pulang dan dibiarkan membasi (23%), rasa makanan tidak sesuai selera (16%), ada bagian makanan yang tidak disukai (13%) dan lain-lain (7%). Faktor pribadi seperti pendapatan dan pengeluaran serta faktor budaya berpengaruh positif terhadap peningkatan food waste. Faktor psikologis berkontribusi pada pengurangan limbah jika kesadaran konsumen baik, sementara faktor sosial tidak berpengaruh signifikan. Kesimpulannya, tingkat food waste pada street food di Kota Pontianak tergolong tinggi dan dipengaruhi oleh aspek multidimensional, sehingga diperlukan edukasi publik untuk membangun tanggung jawab lingkungan dan manajemen konsumsi yang lebih baik.