Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Efisiensi Alokatif Usahatani Jeruk Siam di Kabupaten Sambas Aga Sugara; Dewi Kurniati; Anita Suharyani
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v10i2.707

Abstract

Siamese oranges are the primary commodity of agricultural products in Tebas District. However, instability of the cost of capital in farming can cause uncertainty in the selling price of the product at each time of production. Therefore, this study focuses on the influence of production factors and allocative efficiency of Siamese citrus farming in Sambas Regency. Data were obtained from 88 Siamese orange farmers in Tebas Sungai Village who were selected by random sampling method using the Slovin formula. The research location was chosen based on the number of farmers and Siamese orange production among other villages in Tebas District, Sambas Regency. The coefficient of determination of 0.698 is calculated by linear regression analysis so that it shows the attachment between the two kinds of variables, while 0.302 comes from the external model. The F test shows the calculated F value > F table of 2.58> 2.04, which indicates the level of Siamese citrus production is simultaneously and significantly affected by the variables of land use, seed selection, and use of labor. The efficiency test found that the variables of land use and seed selection were efficient with a value of NPMx=1.
Kepuasan Konsumen Sayuran Hidroponik Di Kota Pontianak: Sebuah Analisis Customer Satisfaction Index (CSI) Ikhsan Nudin; Eva Dolorosa; Anita Suharyani
JSEP (Journal of Social and Agricultural Economics) Vol 15 No 3 (2022): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (J-SEP)
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jsep.v15i3.31631

Abstract

The growth of hydroponic vegetable businesses in Pontianak City drives producers to compete by improving their quality to keep old consumers and expand to new consumers. The research used a survey method with a sampling technique using non-probability techniques, with the sample taken using a purposive sampling approach. Data were analyzed using descriptive analysis methods, Importance Performance Analysis (IPA), and Customer Satisfaction Index (CSI). The Importance Performance Analysis (IPA) results explain that the attributes that must improve are the location of sales and sales promotions such as discounts and prizes. The Customer Satisfaction Index (CSI) value ranged between 0.66-0.80 by 0.79. The overall attributes of hydroponic vegetables in Pontianak City can be said to have satisfied consumers. Hydroponic vegetable producers in Pontianak City should expand their sales locations and sales promotions. For example, price discounts and bonuses for their hydroponic products. They should also maintain or improve their performance to increase consumer satisfaction with hydroponic vegetables in Pontianak City.
Analisis Kelayakan Usahatani Madu Kelulut (Trigona sp) di Desa Nanga Kebebu Kabupaten Melawi Provinsi Kalimantan Barat Muhammad Faisal; Adi Suyatno; Anita Suharyani
Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension Vol. 3 No. 2 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/agrimanex.v3i2.8662

Abstract

One of the surviving non-animal timber forest products is honey produced by bees (Trigona sp). The cultivation of kelulut honey produces an economic source for the community through the sale of the proceeds from the kelulut honey itself. This is an opportunity for the community to be able to cultivate honey bees in order to improve the welfare of the community. To be able to increase the production of honey kelulut, an analysis of the feasibility of farming is needed. The purpose of this study is to analyze the cost, revenue, income and feasibility of the kelulut honey bee farming business run by farmers in Nanga Kebebu Village. The sample in this study was 35 farmers in Nanga Kebebu Village who met the criteria as analyzed by researchers. The method in this study is included in quantitative descriptive research. Farm feasibility analysis to calculate cost, revenue, revenue, BEP and R/C Ratio. The results of the analysis show that the kelulut honey farming business in Nanga Kebebu Village is feasible to be cultivated with an average yield of farmers' net income of Rp. 16.033.671/ farmer / year, with an average receipt of Rp. 21,771,429 / farmer / year and an average cost of Rp. 5.737.757/ farmer / year, production yield of 54 liters / year > BEP production of 0,76 liters / year. Furthermore, the selling price is IDR 400,000 / liter > BEP the price is IDR 304.402/ liter. While the R/C result is 3,79. Kata kunci: Non-timber forest products, Farming feasibility, Honey Bee.
Fenomena Ketidakamanan Pangan di Sekitar Perkebunan Kelapa Sawit: Kasus Desa Pedalaman Kalimantan Barat Pipian Pipian; Jajat Sudrajat; Anita Suharyani
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 2 (2023): April 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.2.289-298

Abstract

Kehadiran kelapa sawit telah menimbulkan tekanan terhadap peluang budidaya komoditas tanaman pangan utama di tingkat desa. Hal ini menimbulkan konsekuensi merosotnya ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga tani. Studi ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas ketersediaan pangan rumah tangga tani dan proporsi rumah tangga terindikasi miskin berdasarkan proporsi pengeluaran pangan di sekitar perkebunan kelapa sawit. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penentuan sampel rumah tangga tani dilakukan berdasarkan metode simple random sampling, sedangkan pengumpulan datanya menggunakan teknik wawancara semi terstruktur dan observasi. Hasil studi menunjukkan bahwa rumah tangga tani yang masih memiliki persediaan pangan stabil hanya sekitar 51%, sisanya memiliki persediaan pangan tidak stabil dengan indikasi menggantungkan pasokan pangan dari luar desa. Rata-rata konsumsi beras rumah tangga tani dengan persediaan pangan yang stabil mencapai kurang lebih 1,33 kg/hari dan memiliki persediaan pangan rata-rata selama 324 hari. Adapun berdasarkan pengeluaran pangannya, sekitar 39% rumah tangga tani memiliki proporsi pengeluaran pangan ≥ 60% yang mengindikasikan kecenderungan sebagai rumah tangga miskin. Hasil ini memberi informasi bahwa kehadiran komoditas kelapa sawit meskipun secara makro ekonomi dalam jangka pendek mampu meningkatkan perekonomian nasional dan daerah, namun di tingkat desa terbukti telah menimbulkan ketidakamanan pangan.
Efisiensi Harga Peternakan Ayam Pedaging (Broiler) di Kabupaten Sanggau Dwi Handoko Darmadi; Adi Suyatno; Anita Suharyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.41065

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ayam pedaging, serta untuk menganalisis efisiensi harga produksi peternak ayam pedaging. Data yang digunakan adalah data produksi selama satu periode pemeliharaan seluruh usaha peternakan ayam pedaging, penelitian dilaksanakan di Kecamatan Bonti Kabupaten Sanggau. Model analisis yang digunakan adalah fungsi Cobb_Douglas, Uji Asumsi Klasik, Uji Statistik, Efisiensi Alokatif. Hasil uji terhadap faktor produksi menunjukkan bahwa variabel bibit ayam (DOC) dan pakan berpengaruh nyata terhadap produksi ayam pedaging, sedangkan variabel luas kandang, vitamin dan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap produksi ayam pedaging. Hasil analisis efisiensi alokatif menunjukkan penggunaan bibit (DOC) belum efisien, sedangkan penggunaan pakan tidak efisien dalam peternakan ayam pedaging di Kecamatan Bonti Kabupaten Sanggau.
ANALISIS SEKTOR PEREKONOMIAN DAN KOMODITAS SUBSEKTOR PERKEBUNAN UNGGULAN DI KABUPATEN SANGGAU Reko Hermansyah; Erlinda Yurisinthae; Anita Suharyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.42194

Abstract

Sanggau adalah salah satu kabupaten di wilayah perbatasan,tepatnya di utara yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Terhubungnya akses transportasi darat dari ibukota Provinsi ke Kabupaten ini dan sebagai penghubung ke Kabupaten lainnya menjadikan wilayah ini semakin berkembang di Kalimantan Barat. Kondisi wilayah yang terus berkembang, diperlukan penelitian untuk mengetahui potensi dan identifikasi sektor ekonomi dan komoditas subsektor perkebunan yang memiliki prospek untuk dikembangkan, dalam rangka meningkatkan pembangunan ekonomi Kabupaten Sanggau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sektor ekonomi dan komoditas subsektor perkebunan unggulan di Kabupaten Sanggau. Alat analisis yang digunakan terdiri dari Klassen Typologi, Dynamic Location Quotient (DLQ), Shift Share Klasik dan analisis overlay. Data yang digunakan adalah PDRB berdasarkan harga konstan, tenaga kerja dan produksi komoditas perkebunan di Kabupaten Sanggau dan Provinsi Kalimantan Barat periode 2011-2017. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan analisis overlay (gabungan Klassen Typologi, Dynamic Location Quotient (DLQ) dan Shift Share Klasik), sektor ekonomi yang menjadi unggulan adalah sektor pertambangan dan penggalian. Hasil analisis overlay menunjukkan bahwa komoditas subsektor perkebunan yang menjadi unggulan, yaitu kelapa sawit.
KEPUASAN ANGGOTA CREDIT UNION TERHADAP KUALITAS PELAYANAN CU KELING KUMANG DI BATU BUIL Mariani mariani; Eva Dolorosa; Anita Suharyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.43975

Abstract

Koperasi Credit Union (CU) Keling Kumang merupakan salah satu lembaga keuangan yang menyediakan simpan pinjam bagi masyarakat yang berada di Batu Buil, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi yang memiliki Visi dari CU Keling Kumang yaitu menjadi credit union pilihan utama masyarakat di Kalimantan Barat yang mengutamakan pemberian kualitas pelayanan yang prima, unggul dalam inovasi dan pengembangan sumber daya, produk yang bermanfaat bagi anggota, dan menyentuh semua segmen pasar menjadikan CUKK sebagai pilihan utama. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kepuasan anggota terhadap pelayanan CU Keling Kumang. penelitian ini menggunakan 95 responden yang diambil secara random di CU Keling Kumang Batu Buil. Analisis data menggunakan Importance performance analysis (IPA) dan Customer satisfaction indeks (CSI) menggunakan software Ms. Excel. Hasil penelitian ini menunjukan indeks kepuasan anggota CU Keling Kumang Batu Buil sebesar 0,74 atau 74% yang berarti anggota CU Keling Kumang sudah merasa puas dengan pelayanan CU Keling Kumang Batu Buil.
PERAN KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS USAHATANI PADI SAWAH DI KECAMATAN TAYAN HILIR KABUPATEN SANGGAU Maria Emakulata Evi; Josua Parulian Hutajulu; Anita Suharyani
Jurnal Agristan Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v5i2.9044

Abstract

Kelompok tani berperan sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi. Melalui kelompok tani pemerintah akan lebih mudah berkoordinasi dengan petani sehingga program pembangunan dapat tersampaikan salah satu program pembangunan saat ini adalah program Optimalisasi Lahan (OPLA) yang difokuskan pada pembangunan Jaringan Irigasi Desa (JIDES) di Desa Tebang Benua, Kecamatan Tayan Hilir dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas padi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran kelompok tani dan hubungan peran kelompok tani dengan tingkat produktivitas usahatani padi sawah selama pelaksanaan program Optimalisasi Lahan (OPLA) di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau. Metode penelitian dengan wawancara kepada anggota kelompok tani diengan tieknik piengambilan sampiel purposivie sampling, analisis data mienggunakan analisis dieskriptif dan analisis korielasi Rank Spiearman. Hasil pienielitian mienunjukkan bahwa pieran kielompok tani siebagai kielas bielajar, wahana kierjasama dan unit produksi tiermasuk dalam katiegori bierpieran. Hubungan pieran kielompok tani siebagai kielas bielajar dan wahana kierjasama bierhubungan kuat, pieran kielompok tani siebagai unit produksi bierpieran siedang dalam mieningkatkan produktivitas usahatani padi sawah.
Analisis Kelayakan Usahatani Sawi Keriting di Kelurahan Mulia Baru Kabupaten Ketapang: Feasibility Analysis of Curly Mustard Vegetable Farming in Kelurahan Mulia Baru, Ketapang Regency Erlinda Yurisintae; Maulina Ibrahim; Anita Suharyani
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 10 No. 2 (2023): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v10i2.5648

Abstract

Sawi adalah sayuran yang digemari hampir semua orang dan dapat dibudidayakan baik di dataran rendah mupun tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis usahatani kinerja usahatani sawi keriting di Desa Mulia Baru Ketapang Barat. Desa Mulia Baru Kabupaten Ketapang. Variabel penelitian yang dipergunakan adalah biaya produksi, produksi, harga swai keriting, penerimaan dan pendapatan usahatani. Responden adalah petani sawi keriting sebanyak 45 petani yang ditentukan dengan cara Random Sampling. Periode pengamatan selama 11 bulan pada saat musim kering. Metode analisis mempergunakan merode deskriptif dengan tabulasi serta perhitungan R/C usahatani. Berdasarkan hasil penelitian usahatani sawi keriting dilaksanakan secara sederhana mempergunakan bedengan. Rata-rata produksi sawi keriting adalah 137.153 kg/petani/tahun. Rata-rata pendapatan adalah Rp. 9.781.715/petani/tahun. Rasio R/C usahatani adalah 1,60. Artinya usahatani sawi keriting layak untuk dikembangkan.
The Readiness of Self-Manage Oil Palm Farmers at Sekadau District in ISPO Implementation Eka Jaya Soebirin; Maswadi; Anita Suharyani
International Journal of Oil Palm Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Indonesian Oil Palm Society /IOPS (Masyarakat Perkelapa-sawitan Indonesia /MAKSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35876/ijop.v4i2.66

Abstract

Based on data from the Directorate General of Plantations in 2018, the tendency of expanding the acreage of self-contained oil palm plantations is continuing. It is feared that the continued expansion of land by both companies and smallholder plantations could cause natural damage and gas emissions that lead to the loss of biodiversity. This has led to a lot of criticism from various parties stating that the palm oil industry is responsible for all the risks that occur. To overcome this, the government implements a governance system (certification) for the entire palm oil industry. Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) is a certification system issued by Indonesian government to reduce the negative impacts of land expansion and to achieve sustainable palm oil. In its implementation in the field, the implementation of ISPO encounters several obstacles, particularly independent plantations such as difficult and complex legality issues, lack of knowledge that causes a lot of land clearing by burning and continuous land expansion. This research needs to be conducted to see the readiness of independent oil palm smallholders in implementing ISPO with descriptive methods and gap analysis. This research was conducted in Engkersik Village, Sekadau Hilir District, Sekadau Regency, the method of determining the sample was using slovin, amounting to 31 farmers. ISPO consist of 4 principles, criteria and indicators are used as variables in this study. The analysis results of all the principle show that farmers are ready with a readiness percentage of 60.9%, where each principle’s percentage of The Legality of Self-Manage Plantation is 75%, The Organization of Farmers and Management of Self-Manage Plantation is 62%, Environmental Management and Monitoring is 43%, and Continuious Business Improvement is 58%, although there are still gaps in its application. For this reason, it is necessary to carry out more effective socialization and training to farmers to minimize the gap.