Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGANTAR KOMUNIKASI DAKWAH DIGITAL: ELEMEN, TUJUAN, DAN TANTANGAN DIGITALISASI PESAN KEAGAMAAN Hari Risky Syahputra; Tegar Efrizal; Muhammad Yakub
Jurnal Education and Development Vol 14 No 3 (2026): Vol 14 No 3 September 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i3.8524

Abstract

Transformasi digital telah mengubah pola produksi, distribusi dan penerimaan pesan keagamaan dalam praktik komunikasi dakwah. Perubahan ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi pengembangan dakwah yang relevan dengan karakteristik masyarakat digital. Artikel ini bertujuan memperkenalkan konsep dasar komunikasi dakwah digital dengan memetakan elemen komunikasi, tujuan dakwah serta tantangan yang muncul dalam proses digitalisasi pesan keagamaan. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan terhadap literatur akademik yang membahas komunikasi dakwah, media digital, literasi keagamaan dan transformasi komunikasi. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa komunikasi dakwah digital melibatkan komunikator, pesan, media, komunikan, konteks dan umpan balik yang saling berinteraksi dalam lingkungan jaringan. Tujuan dakwah tidak hanya mencakup penyampaian ajaran islam. Akan tetapi juga pembentukan pemahaman, sikap dan perilaku keagamaan yang konstruktif. Namun, digitalisasi menghadirkan tantangan berupa fragmentasi audiens, disinformasi keagamaan, penyederhanaan pesan, algoritma platform, polarisasi serta rendahnya literasi digital dan keagamaan. Oleh karena itu, dakwah digital membutuhkan strategi komunikasi yang adaptif, berbasis etika, kontekstual dan didukung kompetensi digital. Kajian ini menegaskan pentingnya integrasi prinsip komunikasi dakwah dengan pemahaman teknologi digital agar pesan keagmaan dapat disampaikan secara akurat, inklusif, kredibel dan responsif terhadap dinamika masyarakat kontemporer. Perspektif ini memperkuat kebutuhan terhadap pendekatan dakwah yang mengutamakan dialog, verifikasi informasi dan keterlibatan audiens secara berkelanjutan diruang digital.