Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH KUANTITAS DAN KUALITAS TENAGA KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA Rika Apripan; Jefri Marzal; H. Rayandra Asyhar; Ervan Johan Wicaksana
Jurnal Education and Development Vol 14 No 3 (2026): Vol 14 No 3 September 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i3.8562

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan, terutama akibat keterlambatan deteksi dini. Tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam pencegahan melalui edukasi, promosi kesehatan, dan deteksi dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan terhadap upaya pencegahan kanker payudara, termasuk perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS). Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap 19 artikel nasional dan internasional yang diterbitkan antara 2010–2025, diperoleh dari database Google Scholar, PubMed, PMC, WHO, dan arXiv. Data dianalisis secara naratif menggunakan teknik content analysis, comparative analysis, dan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuantitas tenaga kesehatan memengaruhi akses masyarakat terhadap edukasi dan layanan deteksi dini, distribusi tenaga kesehatan yang merata meningkatkan cakupan promosi kesehatan, sedangkan keterbatasan jumlah dan distribusi menyebabkan rendahnya pengetahuan dan keterlambatan diagnosis. Kualitas tenaga kesehatan, yang mencakup kompetensi, kemampuan edukasi, dan komunikasi, secara signifikan meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan partisipasi masyarakat dalam deteksi dini. Penyuluhan yang menggunakan demonstrasi praktik SADARI, media audiovisual, buku saku, dan pelatihan langsung terbukti lebih efektif daripada ceramah konvensional. Penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi kuantitas yang memadai dan kualitas tenaga kesehatan yang tinggi menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program pencegahan kanker payudara, serta menjadi dasar penguatan kebijakan, pelatihan tenaga kesehatan, dan strategi promosi kesehatan masyarakat.