Perkembangan coffee shop di Indonesia telah mengubah fungsi ruang publik menjadi ruang sosial yang mendukung aktivitas belajar, bekerja, berinteraksi, dan mengekspresikan diri, sehingga menjadi bagian dari gaya hidup Generasi Z. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran coffee shop sebagai ruang sosial dalam membentuk gaya hidup Generasi Z di Kota Kediri serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong coffee shop menjadi bagian dari gaya hidup tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi yang dilakukan di Kedai Kopi Bersahaja, Kota Kediri. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling yang melibatkan mahasiswa, pelajar, pekerja, freelancer, dan pemilik kedai. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa coffee shop berfungsi sebagai ruang produktif, ruang interaksi sosial, ruang ekspresi diri, dan ruang relaksasi yang memengaruhi pola aktivitas serta gaya hidup Generasi Z. Faktor utama yang mendorong pemanfaatan coffee shop meliputi suasana dan desain yang nyaman serta estetik, fasilitas pendukung aktivitas, pengaruh lingkungan pertemanan, media sosial, dan kebutuhan akan ruang multifungsi. Berdasarkan teori ruang sosial Henri Lefebvre, coffee shop dipahami sebagai ruang yang diproduksi melalui praktik sosial, representasi ruang, dan pengalaman penggunanya. Dengan demikian, coffee shop tidak lagi sekadar tempat konsumsi, tetapi telah menjadi ruang sosial yang membentuk gaya hidup Generasi Z di Kota Kediri.