p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ulil Albab
Linda Lidyawati
Universitas Mpu Tantular, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH UPAH MINIMUM REGIONAL DAN INFLASI TERHADAP PENERIMAAN PPH 21 DI INDONESIA TAHUN 2020 - 2025 Dewi Hutahaean; Linda Lidyawati
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 11: Oktober 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i11.21086

Abstract

Penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang berkaitan langsung dengan penghasilan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Upah Minimum Provinsi (UMP) dan inflasi terhadap penerimaan PPh Pasal 21 di Indonesia periode 2020-2025, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi data panel pada 38 provinsi. Data penelitian membentuk 212 observasi panel tidak seimbang yang bersumber dari Direktorat Jenderal Pajak, Badan Pusat Statistik, dan sumber resmi lainnya. Hasil Uji Chow dan Uji Hausman menetapkan Fixed Effect Model sebagai model yang paling sesuai. Karena model mengalami heteroskedastisitas, estimasi akhir menggunakan White Cross-section Robust Standard Errors. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMP berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan PPh Pasal 21 dengan koefisien 4.779.493 dan probabilitas 0,0005. Inflasi memiliki koefisien positif 6,98E+09, tetapi tidak berpengaruh signifikan dengan probabilitas 0,1649. Secara simultan, UMP dan inflasi berpengaruh signifikan dengan F-statistic 75,16622 dan Prob(F-statistic) 0,000000. Nilai Adjusted R-squared sebesar 0,932012 menunjukkan bahwa 93,20% variasi penerimaan PPh Pasal 21 dapat dijelaskan oleh model. Temuan penelitian mendukung Ability to Pay Theory, khususnya peran kemampuan pendapatan dalam menentukan penerimaan pajak penghasilan.
Pengaruh Selisih Kurs dan Nilai Persediaan terhadap Beban Pokok Penjualan pada PT. Kalbe Farma Tbk Periode 2018–2025 Okta Putri Cahya Ningrum; Linda Lidyawati
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 11: Oktober 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i11.21089

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Selisih Kurs dan Nilai Persediaan terhadap Beban Pokok Penjualan pada PT. Kalbe Farma Tbk periode 2018–2025, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Data berupa laporan keuangan triwulanan dengan 32 observasi. Analisis meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, koefisien determinasi, uji t, dan uji F. Karena model awal mengalami autokorelasi, dilakukan koreksi menggunakan metode Prais-Winsten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Selisih Kurs tidak berpengaruh signifikan terhadap Beban Pokok Penjualan dengan nilai signifikansi 0,869 > 0,05. Nilai Persediaan berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi 0,538 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh terhadap Beban Pokok Penjualan dengan F hitung 29,655 > F tabel 3,340. Nilai R Square sebesar 0,679 menunjukkan bahwa 67,9% variasi Beban Pokok Penjualan dijelaskan oleh kedua variabel, sedangkan 32,1% dipengaruhi faktor lain di luar model. Nilai Persediaan menjadi variabel yang lebih dominan dalam model.