Strategi optimalisasi ruang dalam perancangan interior rumah tipe 36 satu lantai diperlukan untuk mengatasi keterbatasan luas yang dapat memengaruhi efisiensi, fleksibilitas, dan kenyamanan ruang. Penelitian ini menggunakan metode perancangan Rosemary Kilmer yang terdiri dari tahap analisis dan sintesis. Tahap analisis digunakan untuk mengidentifikasi aktivitas, kebutuhan ruang, serta kriteria perancangan, sedangkan tahap sintesis digunakan untuk mengembangkan konsep dan strategi desain hingga evaluasi hasil perancangan. Strategi desain diterapkan melalui ruang terbuka, ruang multifungsi, penyesuaian antropometri, dan pengorganisasian ruang berdasarkan tingkat privasi, sedangkan pendekatan biomorfik yang terinspirasi dari cangkang siput digunakan sebagai pembentuk karakter visual interior. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa ruang terbuka dan pola sirkulasi linear mendukung keterhubungan aktivitas, sedangkan transformasi ruang multifungsi memungkinkan satu area digunakan untuk fungsi yang berbeda sesuai kebutuhan. Sebagian besar jalur pergerakan telah memenuhi standar sirkulasi yang digunakan, meskipun terdapat satu jalur akses kamar tidur selebar 70 cm yang belum memenuhi standar minimum. Pengorganisasian ruang publik, semiprivat, dan privat juga mempertahankan kebutuhan privasi pada ruang dengan fungsi yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi rumah tipe 36 dapat dilakukan melalui integrasi strategi ruang yang efisien, fleksibel, dan mempertimbangkan kebutuhan antropometri serta privasi, dengan pendekatan biomorfik sebagai karakter visual perancangan.