Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN LINGKUNGAN HIDUP TERHADAP PENGENDALIAN PENCEMARAN INDUSTRI DI WAY KANAN PERSPEKTIF SIYASAH TANFIDZIYAH Intan Permata Sari; Iskandar Syukur; Fathul Mu'in
Public Sphere: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum Vol 5, No 2 (2026): JPS (Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum)
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jps.v5i2.3311

Abstract

This study analyzes the effectiveness of environmental regulatory enforcement and reconstructs policies for controlling pollution from the tapioca industry in Kampung Negeri Baru Urban Village, Way Kanan Regency. The study employs an empirical qualitative method using purposive sampling involving ten key informants. The findings reveal a significant gap between the normative provisions of Article 8(c) of Way Kanan Regional Regulation No. 5 of 2024 and the conditions observed in the field. Technical supervision remains reactive, occurring only once or twice a year, wastewater treatment facilities (IPAL) remain inadequate, and the handling of residents’ complaints regarding water pollution and unpleasant odors is relatively slow, taking approximately 14–21 days. From the perspective of Siyasah Tanfidziyah, local executive oversight, particularly the hisbah function, has not been optimal in preventing environmental harm (dar’u al-maf?sid), as administrative sanctions are limited to written warnings that provide insufficient deterrence (zajr). This study proposes a maslahah mursalah-based policy reconstruction through the establishment of an integrated supervisory team, the enforcement of firm and coercive sanctions, and the provision of environmentally friendly technological assistance, such as waste-to-biogas conversion. This integrative model aims to realize ecological justice, industrial sustainability, and the protection of human life (?if? al-nafs) and the environment (?if? al-b?’ah).ABSTRAKPenelitian ini menganalisis efektivitas penegakan regulasi lingkungan dan merekonstruksi kebijakan pengendalian pencemaran industri tapioka di Kelurahan Kampung Negeri Baru, Kabupaten Way Kanan. Metode yang digunakan adalah kualitatif empiris dengan purposive sampling terhadap sepuluh informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara norma Pasal 8 huruf c Perda Way Kanan No. 5 Tahun 2024 dan fakta lapangan. Pengawasan teknis masih reaktif (1–2 kali setahun), sarana IPAL belum memadai, serta penanganan aduan warga terkait pencemaran air dan bau tergolong lambat (14-21 hari). Ditinjau dari Siyasah Tanfidziyah, pengawasan eksekutif lokal (fungsi ?isbah) belum optimal dalam mencegah kerusakan (dar’u al-maf?sid), sebab sanksi administratif sebatas teguran tertulis yang kurang memberikan efek jera (zajr). Penelitian ini merumuskan rekonstruksi kebijakan berbasis maslahah mursalah melalui pembentukan tim pengawas terpadu, penegakan sanksi koersif yang tegas, dan pendampingan teknologi ramah lingkungan seperti konversi limbah menjadi biogas. Model integratif ini bertujuan mewujudkan keadilan ekologis, keberlanjutan industri, serta jaminan perlindungan bagi jiwa (?if? al-nafs) dan lingkungan (?if? al-b?'ah).