Kearifan lokal merupakan sumber nilai yang dapat dijadikan pijakan dalam mengembangkan modul ajar yang kontekstual dan bermakna bagi peserta didik. Salah satu kearifan lokal yang sarat nilai luhur adalah falsafah Maja Labo Dahu dari masyarakat Bima, Nusa Tenggara Barat, yang mengandung makna rasa malu dan rasa takut untuk berbuat salah (Nurhayati 2017). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengintegrasian nilai kearifan lokal Maja Labo Dahu ke dalam modul ajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn) pada materi Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari dapat memengaruhi motivasi belajar siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research), yaitu menelaah, mengkaji, dan menganalisis berbagai sumber pustaka yang relevan seperti jurnal, buku, dan hasil penelitian terdahulu (Zeid, 2004). Hasil analisis menunjukkan bahwa modul ajar yang mengintegrasikan nilai Maja Labo Dahu memiliki potensi meningkatkan motivasi belajar siswa karena materi menjadi lebih dekat dengan konteks budaya dan pengalaman keseharian siswa, menumbuhkan keterlibatan emosional, serta memperkuat internalisasi nilai-nilai Pancasila secara alami melalui kebiasaan dan keteladanan. Modul ajar berbasis kearifan lokal juga mendorong pembelajaran yang kontekstual, partisipatif, dan reflektif sehingga siswa tidak hanya menghafal sila-sila Pancasila tetapi memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini merekomendasikan agar guru dan pengembang kurikulum mempertimbangkan integrasi kearifan lokal daerah dalam penyusunan modul ajar sebagai strategi penguatan motivasi belajar dan pendidikan karakter berbasis Pancasila di sekolah dasar.