Ghina Aqillah Yasmine
Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SISTEM KLASIFIKASI FRAKTUR RADIUS DISTAL : TINJAUAN NARATIF PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM TRAUMA ORTOPEDI Baiq Rizqika Catur Putri; Annisa Nuralfiah; Aurellia Sabela Faiz; Fito Danang Sofiandi; Ghina Aqillah Yasmine; Hudiya Ramadhani Virgianto; I Putu Reza Wedangga; Muhammad Iqbal Daniswara; Mulayanatul Aliyyah; Putri Rabiatun; Shafira Adinda Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i3.61593

Abstract

Artikel ini bertujuan meninjau berbagai sistem klasifikasi fraktur radius distal serta pengaplikasiannya dalam pengambilan keputusan klinis. Artikel ini mengggunakan desain berupa narrative review melalui telaah pustaka dari literatur terkait fraktur radius distal yang membahas anatomi, epidemiologi, biomekanika, sistem klasifikasi dan reliabilitasnya, serta penerapannya dalam praktik klinis. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan karakteristik, kelebihan, dan kekurangan dari masing-masing sistem klasifikasi. Masing-masing sistem klasifikasi seperti Frykman, Fernandez, Melone, eponym, dan AO/OTA, memiliki pendekatan yang berbeeda berdasarkan kompleksitas fraktur maupun struktur anatomi. AO/OTA merupakan klasifikasi yang umum digunakan dan memudahkan komunikasi klinis, sedangkan klasifikasi Fernandez mempertimbangkan mekanisme cedera. Tidak terdapat suatu sistem klasfikasi yang benar-benar sempurna atau memiliki reliabilitas dan reproduksibilitas yang optimal, sehingga penilaian klinis perlu memadukan antara evaluasi radiografi, CT scan 3D (apabila diperlukan), karakteristik pasien, dan kriteria instabilitas. Pemilihan sistem klasifikasi fraktur radius distal perlu menyesuaikan tujuan klinis yang diharapkan serta kombinasi penilaian radiologis dan karakteristik pasien. Pendekatan yang komprehensif mendukung terapi yang tepat dengan mengharapkan luaran fungsional yang baik dan mengurangi risiko komplikasi pascatrauma.