Dita Salsabila Afandi
Akademi Farmasi Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pola makan sebagai bagian dari terapi dislipidemia di pelayanan kefarmasian: studi kasus di Apotek Neo Yudefar Andri Priyoherianto; Ach. Zakyah Al Fauzi; Dita Salsabila Afandi; Fahmi Ardianti Purnawiranita
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v10i2.1450

Abstract

Dislipidemia merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang memerlukan penatalaksanaan komprehensif melalui terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Pola makan berperan penting dalam menunjang efektivitas terapi penurun kolesterol, sementara ketepatan profil pengobatan turut menentukan keberhasilan terapi dalam konteks pelayanan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola makan dan profil pengobatan dislipidemia pada pasien di Apotek Neo Yudefar. Penelitian observasional non-eksperimental ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, dilaksanakan pada Januari–Maret 2025. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari populasi pasien dislipidemia di Apotek Neo Yudefar. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, mencakup karakteristik responden, pola makan, dan profil pengobatan, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui analisis univariat. Sebagian besar responden menunjukkan pola makan yang kurang baik, ditandai dengan tingginya konsumsi makanan digoreng, berlemak, dan jeroan, meskipun sebagian responden telah mengonsumsi sayur, buah, dan air putih dalam jumlah cukup. Pada profil pengobatan, terapi farmakologis didominasi oleh golongan statin dengan konsistensi waktu dan cara konsumsi yang relatif baik, sejalan dengan karakteristik farmakokinetik obat; namun demikian, sebagian responden masih mengonsumsi obat tanpa resep dokter, mengalami efek samping, atau tidak konsisten dalam waktu konsumsi obat. Pengendalian dislipidemia pada penelitian ini belum sepenuhnya optimal, karena penerapan pola makan sehat sebagai bagian dari terapi nonfarmakologis masih lemah meskipun profil pengobatan farmakologis relatif tepat. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan edukasi pasien berbasis pelayanan kefarmasian untuk mengoptimalkan keberhasilan terapi dislipidemia secara menyeluruh.