Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas pengkajian European Stroke Scale dan Guy’s Hospital Stroke dalam perolehan diagnosis keperawatan aktual Priadi Priadi; M.Sobirin Mohtar; Muhammad Riduansyah; Onieqie Ayu Dhea Manto
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v10i2.1465

Abstract

Pelayanan pasien stroke di IGD yang diberikan oleh perawat dan diharuskan melakukannya secara cepat dan efektif. Hal ini bisa dicapai dengan adanya instrumen pengkajian yang tepat. Namun, dengan banyaknya model pengkajian stroke yang memiliki karakteristik tersendiri, perawat masih ragu untuk menentukan manakah yang lebih efektif dalam menentukan suatu diagnosis keperawatan, yaitu European Stroke Scale (ESS) dan Guy's Hospital Stroke Score (GHSS). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas pengkajian European Stroke Scale (ess), dan Guy's Hospital Stroke Score (GHSS) dalam durasi pengkajian dan durasi perolehan diagnosis keperawatan pasien stroke di IGD. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pra-eksperimen one-shot case study (posttest-only design). dan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, instrumen yang digunakan: lembar observasi (ESS) dan (GHSS), stopwatch, SDKI, uji statistik menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian didapatkan rata-rata perbedaan durasi pengkajian (ESS) adalah 21,47 Menit dan (GHSS) adalah sebesar 10,67 menit. Berdasarkan hasil uji statistik, nilai p = 0,000 (< 0,05), yang artinya ada perbedaan, sedangkan perbedaan rata-rata durasi perolehan diagnosis keperawatan (ESS) adalah 21,2 menit dan (GHSS) adalah sebesar 16,4 menit. Berdasarkan uji statistik diketahui nilai Sig. Sebesar P = 0,001 (<0,05), yang artinya ada perbedaan. Simpulan dalam penelitian ini yaitu penggunaan metode pengkajian (ESS) lebih kompatibel digunakan pada saat kegawatdaruratan karena metode pengkajiannya yang sederhana dan cepat, sedangkan pengkajian (GHSS) cukup memakan waktu sehingga pengkajian ini akan lebih mudah jika dilakukan oleh 2 orang perawat.