Nur Ramadhani
Universitas Negeri Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENJAWAB TANTANGAN INDUSTRI 4.0: STRATEGI RESPONSIF TVET TERHADAP EVOLUSI MODEL KORPORASI Mustamin; Nur Ramadhani; Muhammad Riska
Indonesian Journal of Vocational Education Research Volume 1, Issue 1, Juli 2026
Publisher : Instrudigi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67982/ijover.v1i1.41

Abstract

Perubahan model bisnis dari era tradisional menuju era digital telah mengubah secara fundamental keterampilan yang dituntut industri, sementara pendidikan teknik dan vokasi (Technical and Vocational Education and Training/TVET) berada di garis depan dalam menyiapkan tenaga kerja terampil. Artikel ini bertujuan menganalisis evolusi tiga era model korporasi (tradisional, informasi, dan digital), mengidentifikasi dampaknya terhadap pergeseran kebutuhan keterampilan, serta merumuskan strategi respons TVET yang sistematis. Penelitian ini merupakan kajian konseptual dengan pendekatan tinjauan pustaka naratif (narrative literature review) terhadap laporan internasional, literatur ilmiah terindeks, dan studi kasus industri automotif. Hasil kajian menunjukkan bahwa evolusi korporasi menggeser tuntutan keterampilan dari keterampilan manual-repetitif menuju kombinasi keterampilan teknis-digital tingkat tinggi dan keterampilan nonteknis (soft skills). Studi kasus industri automotif menegaskan bahwa pekerjaan tidak hilang, tetapi isi keterampilannya bergeser: eksekusi fisik berpindah ke mesin, sementara manusia naik kelas menjadi pengawas, penganalisis, dan kolaborator mesin. Kajian ini merumuskan empat pilar strategi respons TVET, yaitu kurikulum dinamis berbasis modul, kolaborasi industri yang substantif, pembelajaran berbasis proyek nyata, dan integrasi soft skills ke dalam pembelajaran teknis, yang diperkuat pelajaran dari sistem pendidikan ganda Jerman dan gerakan SkillsFuture Singapura. Artikel ini juga memetakan tiga tantangan utama (infrastruktur digital, biaya teknologi, dan kesiapan pengajar) beserta peta jalan implementasi bertahap. Temuan ini menegaskan bahwa responsivitas TVET bukan lagi pilihan, melainkan syarat bagi relevansi lulusan di pasar kerja yang terus berubah.