Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Guru Kelas dalam Mengintegrasikan Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural untuk Mencegah Perilaku Bullying Verbal di SD Negeri 3 Selong Riana Tantri Ayunida; Habibuddin Habibuddin; Yuniar Lestarini; Zalia Muspitasari
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): July, Emerging Issues in Education, Society, and Humanities.
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/m81r8516

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru kelas dalam mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan multikultural untuk mencegah perilaku bullying verbal di SD Negeri 3 Selong. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru kelas, dan siswa kelas III C. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang didukung dengan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas berperan sebagai fasilitator, pembimbing, teladan, dan motivator dalam mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan multikultural dalam kegiatan pembelajaran. Strategi yang digunakan meliputi pengelompokan siswa secara berbaur, rotasi tempat duduk secara berkala, pemberian kesempatan yang sama kepada seluruh siswa, pemberian nasihat secara rutin, serta integrasi nilai-nilai multikultural melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila. Dalam mencegah bullying verbal, guru memberikan teguran dan nasihat secara langsung serta menerapkan pendekatan “polisi kelas” ketika terjadi perilaku tersebut. Strategi tersebut mendorong tumbuhnya sikap toleransi, saling menghargai, kerja sama, dan kesetaraan antarsiswa. Namun, pelaksanaannya masih bergantung pada inisiatif guru dan belum didukung program, kurikulum, pelatihan, serta media khusus. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan dan program sekolah agar pendidikan multikultural dan pencegahan bullying verbal dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.