Ismail
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Perilaku Kerja dengan Kecelakaan Kerja pada Nelayan di Desa Pasar Terandam Kecamatan Barus Tapanuli Tengah Rahel Navilia Sihite; Tri Niswati Utami; Meutia Nanda; Syafran Arrazy; Ismail
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2814

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan salah satu permasalahan keselamatan dan kesehatan kerja yang sering dihadapi oleh nelayan. Kondisi lingkungan kerja yang berisiko, penggunaan peralatan kerja, cuaca yang berubah-ubah, serta perilaku kerja yang tidak aman dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku kerja dengan kejadian kecelakaan kerja pada nelayan di Desa Pasar Terandam, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 nelayan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menerapkan perilaku kerja aman, yaitu sebanyak 54 responden (54,0%), sedangkan 46 responden (46,0%) menerapkan perilaku kerja tidak aman. Sebanyak 69 responden (69,0%) pernah mengalami kecelakaan kerja dan 31 responden (31,0%) tidak pernah mengalami kecelakaan kerja. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku kerja dengan kejadian kecelakaan kerja dengan nilai p-value = 0,022. Nilai Prevalence Ratio sebesar 1,357 dengan 95% CI 1,043–1,766 menunjukkan bahwa nelayan dengan perilaku kerja tidak aman memiliki risiko lebih tinggi mengalami kecelakaan kerja dibandingkan nelayan dengan perilaku kerja aman. Oleh karena itu, penerapan perilaku kerja aman perlu ditingkatkan melalui edukasi keselamatan kerja, penggunaan alat pelindung diri, serta pengawasan terhadap praktik kerja nelayan.