Meutia Nanda
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISA PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP KETERSEDIAAN AIR BERSIH DI KOTA MEDAN Meutia Nanda; Cindy Chairunnisa; Rehulina Ninta Br. Sitepu; Ainun Zariah; Ayu Amanda Siregar; Khairunnisa Hasibuan; M Khaiyir Rafif
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16352

Abstract

Air bersih adalah kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Ketersediaan air bersih yang memadai sangat berpengaruh terhadap kesehatan, sanitasi, dan kualitas hidup masyarakat. Partisipasi masyarakat merupakan aspek kunci dalam mengatasi masalah ketersediaan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat terhadap ketersediaan air bersih di Kota Medan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, yakni dengan cara mewawancara (focused interviews) dan observasi alami. Lokasi penelitian dilakukan di Kota Medan. Informan penelitian adalah masyarakat Kota Medan berjumlah 25 orang. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan pandangan mengenai penyediaan air bersih di Kota Medan memiliki beberapa analisis yang didapatkan yaitu pandangan mengenai penyediaan air bersih di Kota Medan, pandangan mengenai kesadaran masyarakat untuk menggunakan air bersih, pencemaran lingkungan menjadi momok terbesar penyediaan air bersih dan langkah konkrit dalam menaggulangi penyediaan air bersih. Kesimpulan responden mengungkapkan bahwa mereka cukup puas dengan kebijakan penyediaan air bersih yang ada di kota medan meskipun ada beberapa kendala seperti air mati ketika sedang  menggunakan air tersebut,responden mengatakan bahwa kesadaran masyarakt kota medanterhadap penyediaan dan juga kesediaan air bersih dapat dibilang baik walaupun di dalam pengaplikasianya mash terdaat berbagai kendala.
Hubungan Perilaku Kerja dengan Kecelakaan Kerja pada Nelayan di Desa Pasar Terandam Kecamatan Barus Tapanuli Tengah Rahel Navilia Sihite; Tri Niswati Utami; Meutia Nanda; Syafran Arrazy; Ismail
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2814

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan salah satu permasalahan keselamatan dan kesehatan kerja yang sering dihadapi oleh nelayan. Kondisi lingkungan kerja yang berisiko, penggunaan peralatan kerja, cuaca yang berubah-ubah, serta perilaku kerja yang tidak aman dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku kerja dengan kejadian kecelakaan kerja pada nelayan di Desa Pasar Terandam, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 nelayan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menerapkan perilaku kerja aman, yaitu sebanyak 54 responden (54,0%), sedangkan 46 responden (46,0%) menerapkan perilaku kerja tidak aman. Sebanyak 69 responden (69,0%) pernah mengalami kecelakaan kerja dan 31 responden (31,0%) tidak pernah mengalami kecelakaan kerja. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku kerja dengan kejadian kecelakaan kerja dengan nilai p-value = 0,022. Nilai Prevalence Ratio sebesar 1,357 dengan 95% CI 1,043–1,766 menunjukkan bahwa nelayan dengan perilaku kerja tidak aman memiliki risiko lebih tinggi mengalami kecelakaan kerja dibandingkan nelayan dengan perilaku kerja aman. Oleh karena itu, penerapan perilaku kerja aman perlu ditingkatkan melalui edukasi keselamatan kerja, penggunaan alat pelindung diri, serta pengawasan terhadap praktik kerja nelayan.