Pekerjaan pada bagian penyetrikaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah laundry memiliki aktivitas berulang, durasi kerja relatif lama, dan postur kerja tidak ergonomis yang berisiko menimbulkan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan postur kerja dan durasi kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja bagian penyetrikaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah laundry di Kota Binjai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Postur kerja dinilai menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA), sedangkan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) diukur menggunakan Nordic Body Map (NBM). Sampel berjumlah 121 pekerja yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pekerja memiliki postur kerja berisiko, durasi kerja tidak normal, dan mengalami keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara postur kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) (p = 0,007) dan durasi kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) (p = 0,015). Pekerja dengan postur kerja berisiko memiliki prevalensi keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) 1,615 kali lebih tinggi (PR = 1,615; 95% CI = 1,113–2,344), sedangkan pekerja dengan durasi kerja tidak normal memiliki prevalensi 1,510 kali lebih tinggi (PR = 1,510; 95% CI = 1,068–2,135). Penerapan ergonomi melalui perbaikan postur, pengaturan durasi kerja, dan pemberian waktu istirahat diperlukan untuk mengurangi keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Dalam perspektif Islam, menjaga kesehatan dan keselamatan kerja merupakan bagian dari amanah dan tanggung jawab terhadap diri sendiri.