This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Afif D Alba
Universitas Andalas

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Determinan Turnover Intention Pada Tenaga Kesehatan Rumah Sakit: Peran Sikap, Budaya Individu, dan Gaya Kepemimpinan Afif D Alba; Werry Darta Taifur; Rima Semiarty; Firdawati Firdawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.63799

Abstract

Turnover intention pada tenaga kesehatan rumah sakit merupakan isu penting dalam manajemen sumber daya manusia karena dapat mengancam stabilitas tenaga kerja dan kesinambungan pelayanan kesehatan. Karakteristik psikologis individu, orientasi budaya, dan kepemimpinan dapat berkontribusi terhadap niat karyawan untuk meninggalkan organisasi. Namun, bukti yang menguji faktor-faktor tersebut secara simultan pada tenaga kesehatan di rumah sakit tipe C masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan sikap, budaya individu, dan gaya kepemimpinan dengan turnover intention pada tenaga kesehatan rumah sakit. Metode penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang dilakukan terhadap 350 tenaga kesehatan di rumah sakit tipe C Kota Batam, Indonesia. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur sikap terhadap turnover, budaya individu, gaya kepemimpinan, dan turnover intention. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square, dilanjutkan dengan regresi logistik multivariat menggunakan metode backward stepwise likelihood ratio. Hasil dari 350 responden, 97 (27,7%) memiliki turnover intention tinggi. Sikap berhubungan signifikan dengan turnover intention pada analisis bivariat (χ²=24,851; p<0,001), demikian pula budaya individu (χ²=23,733; p<0,001). Gaya kepemimpinan tidak berhubungan signifikan (χ²=0,006; p=0,938). Pada model multivariat akhir, sikap tetap berhubungan secara independen dengan turnover intention (AOR=4,747; 95% CI: 2,082–10,823; p<0,001), demikian pula budaya individu (AOR=2,935; 95% CI: 1,741–4,949; p<0,001). Gaya kepemimpinan dikeluarkan dari model akhir (p=0,581). Model akhir memiliki Nagelkerke R²=0,152, Hosmer–Lemeshow p=0,941, dan akurasi klasifikasi 75,4%. Pembahasan sikap dan budaya individu merupakan faktor yang berhubungan secara independen dengan turnover intention, sedangkan gaya kepemimpinan tidak memberikan kontribusi independen dalam model akhir. Temuan ini mendukung strategi retensi yang memperhatikan sikap dan karakteristik budaya individu di samping intervensi organisasi yang lebih luas.