Resti Puspita Sari
STIE Trisna Negara dan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Strategi Pemasaran Shopee Melalui Penggunaan Idol Korea Straykids Sebagai Brand Ambassador: Studi Observasi Pada Sosial Media   Resti Puspita Sari; Sri Sarwo Sari; Wahid Eka Saputra; Rini Apriyani; Tri Rusilawati
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/esmzsa53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran Shopee melalui penggunaan idol Korea Selatan Stray Kids sebagai brand ambassador, dengan fokus pada implementasi Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC) berdasarkan kerangka teori Kotler dan Keller. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi observasi non-partisipan pada konten media sosial resmi Shopee Indonesia di Instagram, TikTok, dan Twitter/X. Data dikumpulkan melalui observasi sistematis, dokumentasi, dan studi pustaka, lalu dianalisis menggunakan analisis isi kualitatif dengan kategorisasi berdasarkan elemen IMC dan indikator Customer-Based Brand Equity (CBBE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Shopee membangun strategi komunikasi pemasaran berbasis keselarasan nilai merek (brand fit) yang tinggi antara identitas Stray Kids—muda, kreatif, dan autentik—dengan positioning Shopee sebagai platform belanja yang menyenangkan bagi generasi muda. Elemen Advertising dan Sales Promotion teridentifikasi sebagai elemen IMC paling dominan, bekerja sinergis mengikuti alur AIDA. Berdasarkan model VisCAP, Stray Kids memiliki visibilitas, kredibilitas, dan daya tarik emosional yang tinggi di kalangan komunitas STAY Indonesia. Brand image Shopee terbentuk melalui mekanisme CBBE, menciptakan asosiasi modernitas, youth culture, kepercayaan, dan kesenangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas brand ambassador K-Pop tidak berpengaruh langsung terhadap keputusan pembelian, melainkan dimediasi oleh pembentukan brand image yang kuat, serta diperkuat oleh fenomena Hallyu sebagai katalis transnasional..