Pemantauan cairan infus secara manual melalui pemeriksaan berkala berpotensi menyebabkan keterlambatan dalam mengetahui kondisi infus hampir habis, habis, atau mengalami hambatan aliran. Penelitian ini bertujuan untuk membuat prototipe sistem elektronis berbasis mikrokontroler berbantuan Internet of Things (IoT) yang dapat memantau volume dan tetesan cairan infus, mengendalikan laju aliran, serta memberikan peringatan kondisi kritis melalui ruang sentral perawatan. Sistem menggunakan mikrokontroler XIAO ESP32-C3 sebagai pengendali utama, sensor load cell dan modul HX711 untuk mengukur berat cairan, sensor photodiode untuk mendeteksi tetesan, serta motor servo MG90S untuk mengatur laju aliran berdasarkan nilai setpoint tetes per menit (TPM). Data hasil pengukuran dikirimkan ke Firebase Realtime Database dan ditampilkan melalui dashboard berbasis Web yang dilengkapi notifikasi peramban dan akses pemantauan menggunakan QR Code. Tahapan penelitian meliputi pembuatan bentuk fisis, pemrograman, pengintegrasian perangkat keras dan perangkat lunak, serta pengujian kinerja sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor load cell mampu mengukur berat cairan infus dengan kesalahan sebesar 0,48–1,19%. Sensor photodiode mampu mendeteksi tetesan infus dengan akurasi 100%. Sistem kendali motor servo mampu mempertahankan laju tetesan pada rentang setpoint 10–60 TPM dengan selisih maksimum ±2 TPM. Pengiriman data berat, nilai TPM, posisi servo, dan status infus menuju Firebase dan dashboard berhasil dilakukan secara waktu nyata. Sistem alarm juga berhasil mengaktifkan buzzer, popup dashboard, dan notifikasi peramban pada kondisi LOW, LOW!!, EMPTY, dan BLOCK. Berdasarkan hasil tersebut, prototipe mampu menjalankan fungsi pemantauan dan kendali cairan infus secara terintegrasi melalui ruang sentral perawatan.