Sebastiao Amelia Alves
Universitas Timor

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Intensitas Rasa Haus dan Tingkat Xerostomia pada Pasien Gagal Ginjal Kronik On Hemodialisis Maria Brigita Ikun; Pius A. L. Berek; Maria Fatimah W. A. Fouk; Christina Anugrahini; Sebastiao Amelia Alves
Protein : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan.  Vol. 4 No. 4 (2026): Oktober : Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/protein.v4i4.2738

Abstract

Latar belakang: Pasien gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani hemodialisis sering mengalami pembatasan asupan cairan yang memicu keluhan subjektif berupa rasa haus dan xerostomia. Kondisi ini, jika tidak dikelola, dapat menyebabkan ketidakpatuhan terhadap diet cairan dan risiko kelebihan beban cairan. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran intensitas rasa haus dan tingkat xerostomia pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 42 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan Thirst Distress Scale (TDS) untuk rasa haus dan Summated Xerostomia Inventory-Dutch Version (SXI-D) untuk xerostomia. Hasil: Karakteristik responden didominasi oleh laki-laki (54,8%) dengan rata-rata usia 51,05 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami rasa haus pada kategori berat (76,2%) dan xerostomia pada kategori ringan (50,0%). Kesimpulan: Rasa haus merupakan keluhan yang lebih dominan dialami oleh pasien hemodialisis dibandingkan xerostomia. Tenaga kesehatan perlu memberikan perhatian khusus pada manajemen keluhan subjektif ini untuk membantu pasien mematuhi pembatasan cairan.