Muhammad Malik Ibrahim Philar Fajar Jantan
UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INTERPRETASI FITNAH DALAM QS. AL-BAQARAH AYAT 191 (STUDI PENDEKATAN MA’NĀ CUM MAGZHĀ) Muhammad Malik Ibrahim Philar Fajar Jantan; Masiyan Masiyan; Muhammad Iqbal Rahman
At-Tibyan Vol 7 No 2 (2024): AT-TIBYAN: Journal of Qur'an and Hadis Studies
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/crdvk450

Abstract

Dalam bahasa Indonesia, kata fitnah sering dipahami sebagai tuduhan palsu yang tidak sesuai fakta. Namun dalam al-Qur’an, makna fitnah lebih luas dan kompleks. Ia dapat merujuk pada ujian, cobaan, syirik, pembunuhan, dosa, sakit, hingga kesesatan. Pemahaman yang keliru terhadap makna fitnah dalam QS. Al-Baqarah ayat 191 dapat berakibat pada tindakan yang mencederai kehormatan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan makna fitnah di Indonesia, menelusuri ragam penafsiran terhadap QS. Al-Baqarah: 191, serta mereinterpretasikannya menggunakan pendekatan ma’na-cum-maghza yang dikembangkan oleh Sahiron Syamsuddin. Pendekatan ini menekankan pada analisis linguistik dan konteks historis ayat guna menghasilkan pemahaman yang relevan dan aplikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna fitnah dalam ayat tersebut mencakup ujian, cobaan, syirik, dan azab, serta memiliki kedekatan makna dengan kata buhtan (kebohongan). Para mufasir klasik hingga kontemporer cenderung menafsirkan fitnah sebagai kekacauan yang lebih buruk dari pembunuhan. Reinterpretasi dengan pendekatan ma’na-cum-maghza menghasilkan tiga pesan utama: pentingnya perdamaian sebagai prinsip fundamental, perlindungan atas jiwa dan agama dalam kerangka maqāṣid al-syarī‘ah, serta etika bermuamalah yang menjunjung kesetaraan antarmanusia, baik sesama muslim maupun antarumat beragama.