Rugayah
Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH APLIKASI EKSTRAK KUNYIT (Curcuma longa Linn.) DAN Trichoderma sp. TERHADAP PERTUMBUHAN, PRODUKSI DAN KETERJADIAN PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) Andre Janu Wibowo; Suskandini Ratih Dirmawati; Rugayah; Joko Prasetyo
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.12060

Abstract

Cabai rawit merupakan cabai yang permintaannya selalu meningkat walaupun produksinya berfluktuasi karena antraknosa. Pengendalian secara kimiawi dapat menyebabkan resistensi patogen serta menimbulkan berpengaruh negatif terhadap lingkungan. Upaya alternatif mengatasi antraknosa yaitu dengan penggunaan ekstrak kunyit dan Trichoderma sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi ekstrak kunyit dan Trichoderma sp. dalam melindungi tanaman dari keterjadian penyakit antraknosa serta efek bagi pertumbuhan dan produksi cabai rawit.   Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial (4x2). Faktor pertama konsentrasi ekstrak kunyit (K), yaitu tanpa ekstrak kunyit (K0), ekstrak kunyit 2,5% (K1), ekstrak kunyit 5% (K2), dan ekstrak kunyit 7,5% (K3).  Faktor kedua pemberian isolat Trichoderma sp. (T), yaitu tanpa Trichoderma sp. (T0), dan dengan Trichoderma sp. kerapatan konidia 106 sel/ml. (T1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak kunyit dan Trichoderma sp. memiliki kemampuan dalam mengurangi keterjadian penyakit antraknosa dan meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, serta jumlah buah  tanaman cabai rawit.  Aplikasi ekstrak kunyit berpengaruh meningkatkan bobot  per buah cabai rawit .
PERANCANGAN HIPOTETIK AGRICULTURE INNOVATION (AGRINOVA) PADA TAPAK LABORATORIUM LAPANG TERPADU FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG Setyo Widagdo; Fikri Abdan Thoyyibi; Rugayah; Sri Yusnaini
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 14, FEBRUARI 2026
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v14i1.12451

Abstract

Laboratorium Lapang Terpadu (LTPD) merupakan salah satu fasilitas Fakultas Pertanian Universitas Lampung yang digunakan oleh mahasiswa maupun dosen untuk melakukan kegiatan praktik pertanian di lapangan. LTPD memiliki potensi untuk dikembangkan agar dapat mengakomodasi berbagai kegiatan mahasiswa dan dosen dalam rangka pengembangan akademik. Salah satu upaya pengembangan yang diperlukan adalah inovasi dalam bidang pertanian atau Agriculture Innovation (Agrinova). Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi LTPD untuk implementasi konsep Agrinova agar menghasilkan rancangan yang memiliki nilai fungsional dan estetis. Penelitian ini menggunakan metode perencanaan lanskap, yaitu inventarisasi, analisis, sintesis, konsep, dan desain. Perancangan lanskap di LTPD berperan penting dalam mengoptimalkan tata ruang serta memaksimalkan potensi lingkungan yang ada. Penerapan konsep Agrinova diarahkan untuk mendukung upaya konservasi sumber daya alam melalui pemanfaatan teknologi sebagai sarana pendukung keberlanjutan. Agrinova yang diterapkan pada LTPD adalah pertanian presisi yang memanfaatkan teknologi IoT (Internet of Things) untuk diterapkan pada lahan budidaya tanaman, hidroponik yang diterapkan pada rumah kaca, akuaponik pada kolam ikan, agrosilvopastura pada area pepohonan alami, serta konsep taman pada tempat yang biasa digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
PENGARUH LAMA PERENDAMAN BAHAN SETEK DALAM LARUTAN IBA DAN NAA TERHADAP KEBERHASILAN SETEK JAMBU AIR (Syzygium aqueum) VARIETAS CITRA DAN MADU DELI Alika Fadhilah Manaf; RA Diana Widyastuti; Rugayah; Yusnita Yusnita
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 14 No. 2 (2026): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL. 14, MEI 2026
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v14i2.12611

Abstract

Jambu air menjadi buah favorit karena bentuknya yang unik serta tekstur renyahnya, terutama pada varietas Citra dan Madu Deli. Tanaman ini diperbanyak secara vegetatif dengan teknik setek. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh varietas jambu air serta durasi perendaman dalam larutan IBA dan NAA terhadap tingkat keberhasilan perakaran setek. Studi ini dijalankan pada periode Maret hingga Juni 2024 di rumah kaca Laboratorium Lapangan Terpadu, Universitas Lampung. Desain percobaan yang diterapkan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga kali ulangan. Percobaan mencakup dua faktor perlakuan (2x4), yaitu faktor pertama berupa varietas jambu air (Citra/K1 dan Madu Deli/K2), serta faktor kedua berupa perlakuan perendaman, yang mencakup perlakuan tanpa perendaman (B0), serta perendaman selama 60 menit (B1), 120 menit (B2), dan 180 menit (B3). Uji homogenitasragam data dijalankan menggunakan uji Bartlett, sementara uji aditivitas dijalankan denganuji Tukey, dan untuk melihat perbedaan antar perlakuan, dijalankan analisis ragam (uji-F)dengan uji ortogonal polinomial. Temuan studi mengindikasi tidak terdapat perbedaan yangsignifikan antara varietas Citra dan Madu Deli dalam keberhasilan perakaran setek.Perendaman selama 180 menit memberikan hasil terbaik dengan kenaikan persentase akar,panjang akar, sebaran akar, persentase tunas, dan jumlah daun. Di sisi lain, perendamanselama 120 menit lebih efektif dalam meningkatkan jumlah akar dan tunas pada setek jambu air, serta mengindikasi adanya interaksi antara varietas dan durasi perendaman auksin dalam peningkatan jumlah daun.