Budiyono, Budiyono
Prodi Pendidikan Matematika FKIP UNS

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KOMPETENSI SEGITIGA DAN SEGIEMPAT BAGI SISWA KELAS VII B SMPN 14 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016 Anggraeni, Andini Setyo; Budiyono, Budiyono; Pramesti, Getut
Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI Vol 1, No 5 (2017): Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI, Volume 1, Nomor 5, September
Publisher : F.KIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.579 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa pada kompetensi segitiga dan segiempatdengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Matchbagi siswa kelas VII B SMPN 14 Surakarta. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMPN 14 Surakarta tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 29 siswa. Sumber data pada penelitian ini diperoleh dari guru dan siswa. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, tes dan dokumentasi. Teknik Uji Validitas data adalah triangulasi sumber. Teknik analisis data adalah dengan teknik statistik deskriptif komparatif dan teknik analisis kritis. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data tentang keaktifan siswa dan  pelaksanaan pembelajaran dengan model Make a Matchmelalui observasi, data tentang hasil belajar siswa melalui tes, dan data berupa gambar dan video pelaksanaan pembelajaran melalui dokumentasi. Penggunaan model pembelajaran Make A Match mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa. Keaktifan siswa pada pra siklus 50,19% dan terdapat 10 siswa dengan persentase rata-rata keaktifan  ?60% , pada siklus I meningkat menjadi 59,00% dan terdapat 11 siswa dengan persentase rata-rata keaktifan  ?60%, dan pada siklus II meningkat menjadi 78,54% dan terdapat29 siswa dengan persentase rata-rata keaktifan ?60%. Hasil belajar siswa pada pra siklus 59,1 dan terdapat sebanyak  24,14% siswa yang memperoleh hasil belajar ?72, pada siklus I meningkat menjadi 71,45 dan terdapat sebanyak 51,72% siswa yang memperoleh hasil belajar ?72, dan pada siklus II meningkat menjadi 80,34 dan terdapat  89,66% siswa yang memperoleh hasil belajar ?72.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KREATIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2012/2013. Trianggraheni, Revina; Budiyono, Budiyono; Aryuna, Dyah Ratri
Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI Vol 1, No 6 (2017): Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI, Volume 1, Nomor 6, November
Publisher : F.KIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.124 KB)

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dengan model Learning Cycle 7E yang dapat meningkatkan pemahaman dan kreativitas siswa kelas VIII C SMP N 1 Karanganyar, untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan model Learning Cycle 7E dan untuk mengetahui peningkatan kreativitas siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan model Learning Cycle 7E.Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data pemahaman siswa dan kreativitas belajar siswa. Data pemahaman diperoleh dari hasil tes akhir siklus, sedangkan data kreativitas belajar siswa diperoleh dari hasil observasi selama proses pembelajaran. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah pemahaman konsep siswa setidaknya 75% mencapai kategori tinggi ( skor tes ? 75) dan setidaknya 75% mencapai kategori tinggi ( skor tes ? 66,67%) untuk kreativitas belajar siswa pada akhir siklus.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa langkah pembelajaran dengan model Learning Cycle 7E yang dapat meningkat pemahaman konsep siswa dan kreativitas belajar siswa adalah: 1) Elicit, yaitu guru memberikan beberapa pertanyaan untuk merangsang pengetahuan awal siswa. 2) Engage, meliputi a) guru memotivasi siswayang berkaitan dengan materi yang akan dibahas agar dapat membangkitkan minat siswa, b) guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran pada hari itu. 3) Explore, meliputi a) guru membagi kelas dalam 5 kelompok, b) Guru meminta siswa untuk berdiskusi dengan kelompok untuk mengerjakan Lembar Kerja Siswa. 4) Explain, meliputi a) Guru meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas, b) guru mengklarifikasi hasil diskusi yang telah dipresentasikan dan memastikan semua siswa memahaminya. 5) Elaborate, meliputi a) guru meminta siswa untuk berdiskusi menyelesaiakan masalah yang ada pada Lembar Kerja Siswa (2), b) guru meminta siswa untuk mengerjakan hasil diskusi di depan kelas, c) guru bersama siswa membahas jawaban di depan kelas. 6) Evaluate, memberikan kuis kepada siswa dan menyuruh agar dikerjakan secara individu. 7) Extend,  guru memberikan contoh-contoh permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan pada materi yang sedang diajarkan.Berdasarkan pembelajaran tersebut, rata-rata prosentase pemahaman siswa pada siklus I sebesar 57,14% pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 33,33% menjadi 90,47%. Sedangkan hasil kreativitas belajar siswa pada siklus I 23,81% pada siklus II mengalami peningkatan 61,36% sebesar menjadi 85,71%. Hal ini berarti semua indikator sudah terpenuhi.Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Learning Cycle 7E dapat meningkatkan pemahaman  dan kreativitas belajar matematika siswa kelas VIII C SMP Negeri1 Karanganyar tahun ajaran 2012/2013.
EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PENGAJUAN DAN PEMECAHAN MASALAH (JUCAMA) DAN PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI SEGI EMPAT DITINJAU DARI KREATIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VII SEMESTER GENAP SMP N 1 KARA Indriyani, Anita; Budiyono, Budiyono; Setiawan, Rubono
Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI Vol 1, No 5 (2017): Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI, Volume 1, Nomor 5, September
Publisher : F.KIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.25 KB)

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) model pembelajaran manakah yang dapat menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik pada materi bangun datar segi empat, pembelajaran dengan model JUCAMA atau model problem based learning,               (2) diantara kategori kreativitas belajar matematika siswa, manakah yang memiliki prestasi belajar matematika yang lebih baik, antara siswa yang mempunyai kreativitas belajar tinggi, sedang atau  rendah, (3) pada siswa dengan kreativitas belajar tinggi, manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik, siswa dengan model JUCAMA  atau siswa dengan model Problem Based Learning pada materi segi empat, (4) pada siswa dengan kreativitas belajar sedang, manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik, siswa dengan model JUCAMA  atau siswa dengan model Problem Based Learning pada materi segi empat, (5) pada siswa dengan kreativitas belajar rendah, manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik, siswa dengan model JUCAMA  atau siswa dengan model Problem Based Learning pada materi segi empat. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental semu. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP N 1 Karanganom tahun pelajaran 2014/2015. Pengambilan sampel dilakukan secara cluster random sampling dan sampel yang digunakan diambil dari 2 kelas.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, metode angket dan metode tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Sebagai persyaratan analisis yaitu populasi penelitian berdistribusi normal menggunakan uji Lilliefors dan populasi penelitian mempunyai variansi yang sama (homogen) menggunakan uji F dan uji Bartlett. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) model JUCAMA memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan dengan model Problem Based Learning, (2) prestasi belajar matematika siswa dengan kreativitas belajar tinggi lebih baik dibandingkan siswa dengan kreativitas belajar sedang dan rendah, sedangkan prestasi belajar matematika siswa dengan kreativitas belajar sedang tidak berbeda secara signifikan dibandingkan siswa dengan kreativitas belajar rendah, (3) pada siswa dengan kreativitas belajar tinggi, model JUCAMA menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik daripada model Problem Based Learning, (4) pada siswa dengan kreativitas belajar sedang, model JUCAMA menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik daripada model Problem Based Learning. (5) pada siswa dengan kreativitas belajar rendah, model JUCAMA menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik daripada model Problem Based Learning
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR CHECKS DENGAN TEKNIK REWARD AND PUNISHMENT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VII C SMP ISLAM DIPONEGORO TAHUN AJARAN 2015/2016 Indriyani, Deni; Budiyono, Budiyono; Pramesti, Getut
Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI Vol 1, No 5 (2017): Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI, Volume 1, Nomor 5, September
Publisher : F.KIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.767 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran tipe pair checks dengan teknik reward and punishment yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VII C SMP Islam Diponegoro, mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran tipe pair checks dengan teknik reward and punishment, dan untuk mengetahui dampak positifnya terhadap ketuntasan belajar.Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah keterlaksanaan pembelajaran,motivasi belajar siswa dan ketuntasan belajar pada ranah kognitif. Data motivasi belajar dan pelaksanaan pembelajaran diperoleh dari observasi selama pembelajaran, kemudian data ketuntasan belajardiperoleh dari tes yang dilaksanakan pada tiap akhir siklus. Indikator kinerja penelitian ini yaitu setidaknya 70% siswa memiliki motivasi belajar berada dalam kategori tinggi dan 70% siswa dikatakan tuntas dengan perolehan nilai lebih dari atau sama dengan nilai KKM. Langkah pembelajaran menggunakan modelpembelajaran tipepair checks dengan teknik reward and punishment yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yaitu a) Guru mengajukan pertanyaan terkait contoh dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan materi. b) Guru membagi siswa dalam kelompok yang terdiri dari 4 orang siswa dan membagi lagi kelompok tersebut menjadi berpasang-pasangan dan setiap pasangan dalam satu kelompok dibebani masing-masing satu peran yang berbeda yaitu pelatih dan partner. c) Pair, meliputi: (1) Partner mengerjakan soal 1 di LKS dan pelatih bertugas mengecek jawabannya. (2) Selanjutnya pelatih dan partner saling bertukar peran, lalu mengerjakan soal 2 di LKS. (3) Hal ini berulang untuk mengerjakan soal selanjutnya, setiap partner yang menjawab satu soal benar berhak mendapatkan reward. d) Checks yaitu pasangan mengecek hasil pekerjaan mereka dengan pasangan lain yang satu kelompok. f)Guru memberikan reward. Berdasarkan hasil penelitian, motivasi belajar siswamengalami peningkatan dari 13,04% pada prasiklus, meningkat menjadi 45,83% pada siklus I dan meningkat menjadi 75% pada siklus II. Ketiga, berdampak positif terhadap ketuntasan belajar siswa, presentase siswa yang tuntas di siklus I sebesar 54,17% meningkat menjadi 70,83% di siklus II.