Nur Alif Sutrisno
S1 Gizi/Fakultas Ilmu Kesehatan, ITS PKU Muhammadiyah Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Ibu Balita Dan Kader Posyandu Melalui Edukasi Gizi Seimbang, Kesehatan Lingkungan, Pemantauan Pertumbuhan, Dan Demonstrasi MPASI/PMT Di Posyandu Anyelir 11, Purwosari, Surakarta Virgienia Cahya Rahmatika; Adella Afrita; Amanda Syifa Tiyas Saputri; Fadilah Khoirunnisa; Nur Alif Sutrisno; Uum Mujiarti; Dodik Luthfianto; Retno Dewi Noviyanti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sinar Surya Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sinar Surya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi pada balita merupakan persoalan multidimensional yang dipengaruhi oleh kecukupanasupan, pengetahuan pengasuh, praktik pemberian makan, pemantauan pertumbuhan, riwayat infeksi, dankondisi lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Posyandu Anyelir 11, KelurahanPurwosari, Kecamatan Laweyan, Surakarta, melalui integrasi edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan,edukasi kesehatan lingkungan, serta demonstrasi pembuatan makanan pendamping air susu ibu (MPASI)dan pemberian makanan tambahan (PMT) tinggi kalori dan protein. Kegiatan pengabdian masyarakatmenggunakan pendekatan partisipatif melalui Participatory Learning Method (PLM) dan ParticipatoryAction Research (PAR), dengan metode penyuluhan, diskusi, simulasi, pengukuran antropometri, pengisianKartu Menuju Sehat (KMS), dan demonstrasi pengolahan pangan. Kegiatan terdokumentasi pada 27 Juli2024 untuk penyuluhan stunting dan gizi buruk serta demonstrasi MPASI/PMT, dan 29 Juli 2024 untukedukasi KMS dan pengukuran antropometri. Peserta menunjukkan keterlibatan melalui diskusi,pertanyaan, simulasi pengisian KMS, praktik pengukuran antropometri, serta mengikuti demonstrasi danmencicipi hasil olahan. Evaluasi lapangan menunjukkan bahwa target kehadiran belum tercapai secaraoptimal; pada penyuluhan dan demonstrasi, sebagian peserta tidak hadir karena kepentingan lain,sedangkan pada pelatihan antropometri masih terdapat peserta yang memerlukan pendampingan.Keterbatasan tempat juga menyebabkan peserta kurang leluasa saat demonstrasi. Kegiatan pengabdianMasyarakat ini menunjukkan bahwa pendekatan terpadu yang menghubungkan pengetahuan gizi,pemantauan pertumbuhan, praktik pengolahan pangan, dan kesehatan lingkungan layak dikembangkansebagai model pemberdayaan berbasis Posyandu. Namun, karena evaluasi belum menggunakan desainpretest–posttest dan tidak menyajikan perubahan antropometri sebelum dan sesudah intervensi, temuantidak dapat ditafsirkan sebagai bukti kausal efektivitas program terhadap pengetahuan atau status gizi.