Yoseph Salmon Yusuf
Indraprasta Pgri University

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Upaya Penguatan Nilai Religius Pada Siswa Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum Labuhan Maringgai Ahmad Mujib; Muhammad Akrom; Siti Fuadah; Yoseph Salmon Yusuf
Akhlak: Journal of Education Behavior and Religious Ethics Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jebg.v2i1.178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai religius kepada siswa di Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum Labuhan Maringgai. Penanaman nilai-nilai religius dianggap krusial di era globalisasi dan pergaulan bebas yang berpotensi melemahkan nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi. Subjek penelitian mencakup kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, serta peserta didik. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai keimanan pada siswa menggunakan strategi pembelajaran multimedia dengan memanfaatkan tampilan power point yang dilengkapi dengan gambar-gambar dan video-video terkait materi yang dibahas. Kemudian dalam menanamkan nilai-nilai ibadah menggunakan metode demonstrasi dan metode simulasi, serta membiasakan budaya islami di lingkungan sekolah. Adapun dalam menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah, guru Pendidikan Agama Islam menggunakan strategi pembelajaran kuantum (Quantum Teaching) dan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning), serta pemisahan antara siswa laki-laki dan perempuan.
Karakter Anak Qur’ani Terhadap Orang Tua Dengan Meneladani Nabi Ibrahim Muhammad Soleh Ritonga; Muhammad Akrom; Yoseph Salmon Yusuf
Akhlak: Journal of Education Behavior and Religious Ethics Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jebg.v2i1.212

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena adanya dekadensi moral anak kepada orang tua dengan menganalisa ayat-ayat teladan komunikasi nabi Ibrahim terhadap orang tuanya yang salah langkah dengan tujuan untuk menghasilkan variasi karakter seseorang terhadap orang tua.dengan menggunakan metode riset pustaka dan menggunakan metode tematik untuk penafsiran ayat. Hasil yang ditemukan Karakter Qur’ani yang tercermin dalam kisah Nabi Ibrahim yang harus diikuti seorang anak menunjukkan tiga prinsip utama. Pertama, kewajiban memberikan penghormatan yang penuh kepada orang tua. Kedua, kewajiban menasihati orang tua ketika melakukan kekeliruan dengan pendekatan komunikatif yang santun, persuasif, penuh penghormatan, dan tidak konfrontatif. Ketiga, dalam menghadapi ancaman orang tua, Nabi Ibrahim menampilkan etika profetik berupa tidak membalas, tidak melakukan pemaksaan, tetap menjaga kesantunan, memohonkan ampun kepada Allah bagi orang tua serta jika harus mengambil jarak, melakukannya dengan izin yang hormat dan doa kebaikan.
Disintegrasi Akhlak dalam Religiusitas Muslim Kontemporer: Perspektif Etika Islam Siti Fuadah; Ahmad Mujib; Yoseph Salmon Yusuf; Muhammad Akrom
Akhlak: Journal of Education Behavior and Religious Ethics Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jebg.v2i2.1429

Abstract

Fenomena religiusitas Muslim kontemporer menunjukkan paradoks: meningkatnya ekspresi ritual dan simbol keagamaan justru diiringi oleh degradasi moral sosial seperti korupsi, intoleransi, dan lemahnya etika publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis paradoks tersebut dengan menempatkan akhlak sebagai indikator autentisitas keberagamaan. Kajian literatur mengintegrasikan perspektif lokal, internasional, dan klasik Islam. Temuan global tentang religiosity–morality gap menunjukkan bahwa religiusitas tidak selalu berbanding lurus dengan komitmen etis, sementara tokoh klasik seperti al-Ghazali dan Ibnu Miskawaih menekankan pentingnya pembentukan karakter moral melalui internalisasi nilai. Fazlur Rahman menegaskan bahwa inti ajaran Islam adalah moralitas Qur’ani yang menuntun pembentukan masyarakat adil dan beradab. Analisis ini juga menyoroti tantangan era digital yang melahirkan religiusitas performatif serta lemahnya pendidikan akhlak yang berorientasi pada kognisi dan ritual semata. Novelty penelitian ini terletak pada model konseptual yang menempatkan akhlak sebagai inti keberagamaan, sehingga religiusitas tidak hanya dipahami sebagai kesalehan simbolik, tetapi sebagai transformasi moral nyata dalam kehidupan sosial. Penelitian ini diharapkan berkontribusi pada rekonstruksi religiusitas berbasis etika Islam yang relevan menghadapi modernitas dan budaya digital.