Ahmad Musyahid
UIN Alauddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Falsafah Syariah Dan Falsafah Tasyri’ Dalam Pembentukan Hukum Keluarga Islam: Sebuah Kajian Filosofis Rustam Pikahulan; Ahmad Musyahid; Lomba Sultan; Nurwahida
Al-Hukamaa: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 3 No. 1 (2025): Al-Hukamaa: Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Insitut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/hukamaa.v3i1.14646

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi falsafah syariah dan tasyri’ dalam pembentukan hukum keluarga Islam di Indonesia, yang bertujuan untuk menjawab tantangan zaman modern. Hukum keluarga Islam memiliki dasar pada prinsip-prinsip universal Al-Qur’an dan Sunnah, namun realitas sosial yang berkembang memerlukan penyesuaian agar tetap relevan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif-filosofis dengan pendekatan konseptual, perundang-undangan, dan filosofis untuk menggali prinsip-prinsip dasar hukum keluarga Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara falsafah syariah dan tasyri’ mengarah pada pembentukan hukum yang responsif terhadap perubahan sosial dan tetap berlandaskan pada tujuan syariah. Pembahasan ini mengidentifikasi tantangan dalam mengharmonisasikan keduanya, terutama dalam masalah poligami, perceraian, dan hak asuh anak. Penelitian ini menekankan pentingnya kajian filosofis yang mendalam untuk menciptakan hukum keluarga Islam yang adaptif namun tetap menjaga esensi syariah. Kesimpulan menunjukkan bahwa hukum keluarga Islam harus terus berkembang untuk menghadapi tantangan zaman modern dengan tetap memperhatikan prinsip dasar syariah.
Logika Kemaslahatan Dan Kemudaratan Cerai Gugat Abdul Hafid Abdul; Ahmad Musyahid; Lomba Sultan
Al-Hukamaa: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Al-Hukamaa: Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Insitut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/hukamaa.v3i2.14767

Abstract

Cerai gugat atau perceraian yang diajukan oleh istri merupakan fenomena yang terus meningkat dalam masyarakat modern. Salah satu isu yang menjadi tema para pejuang hak-hak kesetaraan Perempuan adalah bagaiman hak untuk bercerai itu bukan hanya dimiliki oleh pihak suami tetapi isteri juga sejatinya memiliki hak yang sama. Artikel ini membahas cerai gugat melalui perspektif logika kemaslahatan (manfaat) dan kemudaratan (kerugian) dalam konteks hukum Islam dan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif normatif dengan studi literatur sebagai metode utama. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa cerai gugat dapat dipandang sebagai solusi maslahat ketika pernikahan telah menjadi sumber madharat seperti kekerasan, pengabaian, atau hilangnya hak-hak dasar istri. Namun, cerai juga dapat membawa dampak negatif, terutama terhadap anak dan stabilitas sosial, jika tidak dikelola dengan bijak. Dengan demikian, penilaian terhadap cerai gugat harus mempertimbangkan prinsip-prinsip maqashid syariah agar dapat mencapai keadilan dan kesejahteraan.