Nuris Zain
Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Wali Songo Situbondo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hibah khatmil Al-Qur'an dengan Infak Uang kepada Para Arwah di Masjid Zainul Hasan Desa Kolpo Kecamatan Batang-Batang Kabupaten Sumenep Madura Achmad Suhaili; Nuris Zain
Al-Qolam: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 1 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang fenomena sosial living Qur’an yaitu tradisi Hibah Khatmil Al-Qur’an dengan infak uang kepada para arwah yang dilaksanakan di masjid Zainul Hasan desa Kolpo kecamatan Batang-Batang kabupaten Sumenep Madura. Kegiatan ini dilaksanakan oleh semua remaja masjid pada waktu Kamis pagi Kliwon sampai Jumat Legi. Penelitian ini fokus terhadap pembahasan tentang praktik dan bagaimana partisipasi memaknai tradisi Hibah Khatmil Al-Qur’an dengan infak uang kepada para arwah di masjid Zainul Hasan desa Kolpo kecamatan Batang-Batang kabupaten Sumenep Madura. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dalam proses pengumpulan data peneliti menggunakan tiga metode yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu menunjukan bahwa tradisi Hibah Khatmil Al-Qur’an dengan infak uang kepada para arwah di masjid Zainul Hasan desa Kolpo kecamatan Batang-Batang kabupaten Sumenep Madura itu dilaksanakan hari Kamis Kliwon pagi setelah sholat Subuh yang diawali dengan tawassul kepada para arwah dan dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an secara berkelompok dan bergilir, kemudian kegiatan ini ditutup dengan doa bersama setelah sholat Jumat bersama semua masyarakat. Makna yang bisa diambil dari kegiatan ini menurut pembina masjid, pendiri tradisi, dan pelaksana adalah menghidupkan syiar agama melalui bacaan Al-Qur’an, memberikan manfaat kepada para arwah, sebagai kesejahteraan masjid, dan sebagai bentuk berbakti kepada orang tua.
Konsep Seni dalam Al-Qur’an Surah Qaf Ayat 6 dalam Tafsir Al –Munir Karya Wahbah Al-Zuhili Nuris Zain; Nahdiyah Nahdiyah
Al-Qolam: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam dan dunia seni bagaikan sebuah mata uang yang memiliki dua sisi yang berbeda. Akan tetapi seni tanpa Islam tidak akan mencapai kesempurnaan yang hakiki. Seni meliputi banyak kegiatan manusia dalam menciptakan karya visual, audio, atau pertunjukan yang mengungkapkan imajinasi, gagasan, atau keprigelan pembuatnya, untuk dihargai keindahannya atau kekuatan emosinya. Kegiatan-kegiatan tersebut pada umumnya berupa penciptaan karya seni, kritik seni, kajian sejarah seni dan estetika seni. Penelitia ini menggunakan metode Tafsir Tematik dengan jenis leabrary reaserch dengan menganalisi penafsiran wahbah al-zuhaili terhadap surat Qaf ayat 6 tentang seni. Hasil penelitian ini: hukum seni menjadi mubah atau diperbolehkan jikalau tidak melanggar hukum dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Hukum seni menjadi haram jika melanggar hukum dan tidak sesuai dalam ayat-ayat Al-Qur’an.
Etika Komunikasi Anak kepada Orang Tua: Studi Analisis Makna Lafadz 'Uff' dalam Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Al-Zuhaili Nuris Zain; Fahrul Hukama'
Al-Qolam: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 3 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi di era zaman yang canggih, memberi dampak yang cukup besar terhadap budaya dan moral baik secara positif atau negative. Tak jarang anak zaman sekarang mengira orang tua hanya mempunyai pemikiran kuno, tidak gaul, atau tidak tahu kemajuan zaman saat ini. Sedangkan didalam al-Qur’an telah ditegaskan bahwa Allah memerintahkan untuk berbakti kepada orang tua dan tidak berkata kasar kepada keduanya walau yang terlontar hanya kata uff yang dapat menyakiti hati keduanya, bahkan hal itu disebut setelah Allah memerintahkan untuk tidak menyembah kepada selain-Nya. Tertarik makna uff dalam al-qur’an dan penafsiran Uff dalam Surah Al-Isro’ ayat 23 dengan tafsir Wahbah Zuhaili Al-Munir Untuk memecahkan masalah tersebut maka peneliti menggunakan metode tafsir tematik kontekstual menurut al-farmawi.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari beberapa pendapat ulama mufassir, makna kata uffin dalam al-Qur’an dapat diartikan sebagai perkataan atau perbuatan yang mengandung keluhan jengkel, cedas mulut, akh!, cis, kerut kening dan sebagainya. Jika hal itu terlontar dari mulut seorang anak kepada orang tuanya, maka ia telah melanggar perintah Allah dalam ayat yang akan penulis bahas, yaitu berbakti kepada kedua orang tua dan menyakiti hatinya walau hanya dengan keluhan paling rendah sekalipun. Isyarat ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan orang tua, karena perintah berbakti kepada kedua orang tua, Allah sebutkan setelah perintah untuk menyembah hanya kepada Allah tidak pada selain-Nya dalam ayat ini.