Rindi Andika
Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Wali Songo Situbondo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Cinta dan Kasih Sayang Sebagai Pondasi Membina Rumah Tangga Harmonis dalam Al-Qur'an Surat Al-Ruum Ayat 21 Pespektif Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Al-Zuhaili Rindi Andika; Awasi Ahmad
Al-Qolam: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Allah menciptakan setiap makhluknya secara berpasang pasangan seperti antara laki-laki dan perempuan, berbagai bangsa dan negara berbagai suku, dan berbagai agama, ini semua sebagai isyarat agar semua makhluknya dapat menikmati keindahan ciptaannya dengan saling mengenal sehingga dapat bertukar pengetahuan dan pengalaman. oleh karena hal tersebut bisa tercipta adanya cinta dan kasih sayang. Penelitian ini akan mencari secara spesifik penafsiran cinta dan kasih sayang sebagai pondasi membina rumah tangga dalam surat al-rum ayat 21 dalam Tafsir al-Munir karya Wahbah al-Zuhaili dan alasan pentingnya cinta dan kasih sayang dalam rumah tangga sebagai pondasi keharmonisan hubungan rumah tangga. Penelitian ini berjenis kualitatif yang berbentuk pustaka (libary research) dengan metode penafsiran tematik. Hasil penelitian: kehidupan berumah tangga akan menjadi lebih tenteram ketika mereka memiliki hubungan yang mesra dan saling berpasangan. Allah memberi ilustrasi nyata bahwasanya suami adalah pakaian bagi istri, dan istri adalah pakaian bagi suami, dengan tujuan saling melengkapi dan menyempurnakan, terdapat juga tahapan atau komponen cinta kasih sayang yang harus terpenuhi diantara pasangan yang berupa sakinah (ketenangan karena diawali dengan ketertarikan dan kecocokan), mawaddah (rasa cinta) serta rahmah (rasa kasih sayang).
Larangan Bersikap Sombong dalam Al Qur’an Perspektif Tafsir Al Misbah dan Relevansinya terhadap Kehidupan Bermasyarakat Ahmad Zaiyadi; Rindi Andika; Muhamad Efendi Pradana
Al-Qolam: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas larangan bersikap sombong dalam bermasyarakat perspektif Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab dengan menggunakan pendekatan studi tafsir tematik. Kesombongan menjadi kajian relevan karena termasuk penyakit hati yang dapat merusak tatanan sosial, menimbulkan kesenjangan, dan merenggangkan hubungan antarmanusia. Fokus utama, bagaimana penjelasan M. Quraish Shihab mengenai ayat-ayat Al-Qur’an yang melarang sikap sombong, dan bagaimana implikasi larangan tersebut terhadap kehidupan bermasyarakat. Jenis penelitian ini penelitian pustaka (leabrary reasecrh), mengambil sumber literasi dari kitab kitab, buku, jurnal, dan semua literasi yang berkaitan dengan judul penelitian dengan pendekatan deskriptif analisis. Hasil penelitian: Kesombongan baik terhadap sesama maupun terhadap Allah merusak hubungan sosial, menghalangi kesadaran spiritual, menghapus amal kebaikan, dan menjauhkan seseorang dari rahmat-Nya, sehingga tergolong dosa besar.  Penafsiran ini sangat relevan dengan realitas sosial masyarakat masa kini yang kerap diwarnai sikap individualistik, kompetitif, dan mudah meremehkan orang lain. Untuk membangun masyarakat yang harmonis, diperlukan penanaman nilai tawadhu’ (rendah hati) melalui pendidikan akhlak sejak dini, keteladanan pemimpin dalam bersikap rendah hati.