Ahmad Zaiyadi
Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Wali Songo Situbondo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hikmah Kisah Ashabul Kahfi dalam Al-Qur'an Perspektif Tafsir Maqashidi Ahmad Zaiyadi; Kurniawan Kurniawan
Al-Qolam: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang kisah Ashabul Kahfi dalam al-Qur’an perspektif tafsir maqasidi. Penulis akan mengurai tentang masalah ragam penafsiran tentang kisah Ashabul Kahfi berdasarkan penafsiran ulama serta penjelasan seputar hikmah ashabul kahfi dengan menggunakan pendekatan tafsir maqasidi. Penelitian tentang kisah dalam al-Qur’an menjadi pembahsan yang menarik, karena ayat-ayat tentang merupakan satu dari lima pokok kandungan Al-Qur’an. Bahkan dua per tiga kandungan Al-Qur’an adalah berupa kisah. Termasuk kisah Ashabul Kahfi dalam surat Al-Kahfi ayat 9-26 yang menjadi obyek kajian penelitian ini. Pendekatan tafsir maqasidi menjadi pilihan yang tepat untuk melakukan analisis tentang hikmah ayat al-Qur’an untuk menemukan makna yang dinamis sebagai bagian dari maqasih al-Qur’an. Tafsir Maqasidi menjadi alternatif penafsiran untuk menjembatani kecenderungan penafsiran tekstual dan kontekstual, sehingga lebih mudah diterima semua kalangan. Penelitiannya disajikan secara kualitatif dengan kajian pustaka (Library Research), data penelitian ini digalih secara tematik dan dilakukan analisis konseptual berdasarkan maqashid kisah pada surat Al-Kahfi ayat 9-26. Berdasarkan hasil analisis ditemukan beberapa hikmah dibalik kisah Ashabul Kahfi dalam al-Qur’an, diantaranya keimanan, kasabaran, keberanian dan kebersamaan hal ini selaras dengan maqasid kisah Ashabul kahfi yang berupaya menghidari dari penguasa yang dlalim untuk menjaga keimanan mereka Hifdz Al-Din (menjaga agama).
Larangan Bersikap Sombong dalam Al Qur’an Perspektif Tafsir Al Misbah dan Relevansinya terhadap Kehidupan Bermasyarakat Ahmad Zaiyadi; Rindi Andika; Muhamad Efendi Pradana
Al-Qolam: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas larangan bersikap sombong dalam bermasyarakat perspektif Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab dengan menggunakan pendekatan studi tafsir tematik. Kesombongan menjadi kajian relevan karena termasuk penyakit hati yang dapat merusak tatanan sosial, menimbulkan kesenjangan, dan merenggangkan hubungan antarmanusia. Fokus utama, bagaimana penjelasan M. Quraish Shihab mengenai ayat-ayat Al-Qur’an yang melarang sikap sombong, dan bagaimana implikasi larangan tersebut terhadap kehidupan bermasyarakat. Jenis penelitian ini penelitian pustaka (leabrary reasecrh), mengambil sumber literasi dari kitab kitab, buku, jurnal, dan semua literasi yang berkaitan dengan judul penelitian dengan pendekatan deskriptif analisis. Hasil penelitian: Kesombongan baik terhadap sesama maupun terhadap Allah merusak hubungan sosial, menghalangi kesadaran spiritual, menghapus amal kebaikan, dan menjauhkan seseorang dari rahmat-Nya, sehingga tergolong dosa besar.  Penafsiran ini sangat relevan dengan realitas sosial masyarakat masa kini yang kerap diwarnai sikap individualistik, kompetitif, dan mudah meremehkan orang lain. Untuk membangun masyarakat yang harmonis, diperlukan penanaman nilai tawadhu’ (rendah hati) melalui pendidikan akhlak sejak dini, keteladanan pemimpin dalam bersikap rendah hati.
Rekonstruksi Makna Judi dalam Al-Qur’an Perspektif Tafsir Maqashidi: Makna Judi dalam Al-Qur’an Muhammad Cholilur Rohman; Ahmad Zaiyadi
Al-Qolam: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 3 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji larangan judi dalam Al-Qur’an melalui pendekatan Tafsir Maqashidi dengan fokus pada rekonstruksi makna Maisir dalam konteks klasik dan modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka (library research) dengan menelaah ayat-ayat Al-Qur’an, kitab Tafsir, dan literatur ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan judi tidak hanya bersifat hukum formal, tetapi juga memiliki tujuan Maqashidi untuk menjaga agama, akal, jiwa, harta, dan keturunan. Dalam perspektif Maqashidi, perjudian baik tradisional (offline) maupun modern (online) dipandang sebagai praktik yang merusak moral, ekonomi, dan sosial. Rekonstruksi makna judi diperlukan agar pesan Al-Qur’an tetap relevan dengan perkembangan zaman dan berfungsi sebagai pedoman menuju kemaslahatan.