Perry Rumengan
Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado, Tondano 95618, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Perilaku Berbicara terhadap Pembawaan Paduan Suara Fitto Fido Soputan; Perry Rumengan; Meyny S. C. Kaunang
Journal of Theory and Practice in Arts Vol. 1 No. 3 (2026)
Publisher : CV Wahana Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paduan suara merupakan aktivitas musikal yang tidak hanya menuntut kemampuan vokal dan musikal, tetapi juga komunikasi, koordinasi, kohesi, dan kesiapan psikologis anggota. Dalam proses latihan dan pembawaan, perilaku berbicara menjadi salah satu aspek yang berpotensi berkaitan dengan kemampuan penyanyi dalam mengartikulasikan teks, mengendalikan suara, membangun kepercayaan diri, dan merespons arahan musikal. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku berbicara dalam kelompok paduan suara, khususnya bentuk dan fungsi komunikasi antara pelatih atau konduktor dengan anggota serta antaranggotanya, dan mengkaji keterkaitannya dengan kualitas interaksi, kohesi, kepercayaan diri, dan pembawaan paduan suara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada Januari–April 2025 pada kelompok paduan suara di wilayah Ratahan dan Jemaat GMIM Solafide Rasi, Kabupaten Minahasa Tenggara. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta pengembangan tema. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku berbicara memiliki keterkaitan dengan artikulasi dan kejelasan lirik, pengendalian suara, kesadaran terhadap tinggi-rendah suara, pernapasan, kepercayaan diri, dan ekspresi ketika bernyanyi. Komunikasi verbal dan nonverbal konduktor juga mendukung pemahaman arahan musikal, sedangkan koordinasi dan kohesi kelompok berkontribusi terhadap kesatuan suara dan kualitas pertunjukan. Temuan menegaskan bahwa perilaku berbicara bukan penentu tunggal kualitas bernyanyi, melainkan salah satu aspek pendukung kesiapan vokal dan komunikatif yang perlu diintegrasikan dengan teknik vokal, ekspresi, dan koordinasi kelompok.
Development of a Pitch System for the Traditional Musical Instrument “Bambu Entel” of the Talaud Islands in Sambuara Village Orion Nando Pangalila; Perry Rumengan; R. A. Dinar Sri Hartati
Journal of Theory and Practice in Arts Vol. 1 No. 2 (2026)
Publisher : CV Wahana Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bambu Entel is a traditional bamboo musical instrument originating from the Talaud Islands, North Sulawesi, Indonesia, whose distinctive construction and sound reflect the cultural knowledge of the Talaud community. However, its limited pitch availability may constrain its integration into broader musical arrangements and contemporary performance contexts. This study aimed to develop a new B-flat (B♭) pitch for Bambu Entel while maintaining its traditional construction principles, acoustic characteristics, and cultural identity. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, consisting of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The research was conducted in Sambuara Village, Talaud Islands Regency, in June 2025, involving Bambu Entel craftsmen, players, and traditional music and instrument experts. Data were collected through observation, interviews, expert validation, and product testing and were analyzed descriptively. The findings indicate that Bambu Entel production involves integrated knowledge of bamboo selection, harvesting conditions, material treatment, shaded drying, structural dimensions, and empirical tuning. The B♭ pitch was successfully developed through gradual modification of the bamboo node opening, followed by repeated auditory evaluation and adjustment by experienced craftsmen. The process demonstrated that traditional empirical knowledge can effectively support tonal innovation without requiring fundamental changes to the instrument's construction or cultural characteristics. The resulting development expands the tonal functionality of Bambu Entel and creates opportunities for its use in broader musical arrangements, education, and contemporary performances. The study concludes that culturally grounded acoustic innovation can contribute to both the musical revitalization and sustainable preservation of Bambu Entel as Talaud cultural heritage.
Analisis Musikologis Komposisi Passionflower Karya Jon Gomm: Pemberdayaan Elemen Musikal dan Teknik Fingerstyle dalam Gitar Akustik Kontemporer Augusto Diego Van Join Jangin; Perry Rumengan; R. A. Dinar Sri Hartati
Journal of Theory and Practice in Arts Vol. 1 No. 1 (2026)
Publisher : CV Wahana Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan fungsi musik dalam peribadatan Anak Sekolah Minggu di Jemaat GMIM Sion Tempang Wilayah Langowan II, Kabupaten Minahasa, dengan memperhatikan bentuk musik, penggunaan instrumen, pola penyajian, posisi dalam liturgi, serta kontribusinya terhadap keterlibatan, pengalaman emosional, pemahaman iman, dan spiritualitas anak. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada Agustus–September 2025. Informan terdiri atas seorang pembina Sekolah Minggu dan 10–15 anak yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan perekaman audio-visual, kemudian dianalisis melalui reduksi data, pengodean, pengelompokan tema, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan memadukan perspektif psikologi musik dan teologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik memiliki fungsi multidimensional dalam peribadatan anak, meliputi fungsi pengiring, pengatur kegiatan ibadah, pembentuk suasana, emosional, sosial, pedagogis, dan spiritual. Lagu dengan melodi sederhana, ritme mudah diikuti, tempo yang sesuai, serta lirik yang dipahami anak cenderung meningkatkan partisipasi dan antusiasme. Penggunaan keyboard membantu menjaga tempo, menyediakan dasar harmonis, dan mengarahkan jalannya puji-pujian. Musik juga membantu anak memahami pesan iman melalui pengulangan lirik serta memberikan ruang bagi ekspresi emosional, interaksi sosial, dan pengalaman spiritual. Penelitian menyimpulkan bahwa pengelolaan musik yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak dapat mendukung terciptanya ibadah yang partisipatif, edukatif, dan bermakna.
Analisis Akord Substitusi dan Tensi Akord dalam Lagu Pure Imagination Aransemen Miguel Granada Ekleisio Fralvi Jonan Ruru; Perry Rumengan; R. A. Dinar Sri Hartati
Journal of Theory and Practice in Arts Vol. 1 No. 2 (2026)
Publisher : CV Wahana Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk substitusi akord, karakteristik tensi harmonik, serta hubungan antara substitusi akord dan pembentukan alur tensi–resolusi dalam aransemen Pure Imagination karya Leslie Bricusse dan Anthony Newley oleh Miguel Granada. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data primer berupa partitur atau transkripsi aransemen Granada, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur mengenai harmoni jazz, substitusi akord, reharmonisasi, konsonansi-disonansi, dan tensi musikal. Analisis dilakukan melalui identifikasi progresi akord, klasifikasi teknik substitusi, analisis tensi berdasarkan disonansi, tonal distance, voice leading, hierarchical tension, fungsi harmonik, dan kecenderungan resolusi, serta interpretasi hubungan tensi dan resolusi. Hasil penelitian menunjukkan 68 penggunaan substitusi harmonik yang terdiri atas Chord Enrichment (15), Common Tone Substitution (12), Chromatic Chord Enrichment (11), Modal Interchange (9), Secondary Dominant (8), Tritone Substitution (7), dan Diminished Substitution (6). Chord Enrichment dan Common Tone Substitution terutama berfungsi memperkaya warna sonoritas dengan mempertahankan kontinuitas tonal, sedangkan Chromatic Enrichment, Secondary Dominant, Tritone Substitution, Diminished Substitution, dan Modal Interchange meningkatkan kompleksitas serta tensi harmonik. Pemetaan tensi memperlihatkan pola 2–3–4–5–2, yaitu peningkatan dari Intro menuju Development sebagai puncak tensi, kemudian kembali menuju stabilitas pada Resolution. Temuan ini menunjukkan bahwa substitusi akord dalam aransemen Granada berfungsi sebagai strategi pengelolaan warna harmonik, ekspektasi, tensi, voice leading, dan resolusi musikal secara terpadu.