Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan fungsi musik dalam peribadatan Anak Sekolah Minggu di Jemaat GMIM Sion Tempang Wilayah Langowan II, Kabupaten Minahasa, dengan memperhatikan bentuk musik, penggunaan instrumen, pola penyajian, posisi dalam liturgi, serta kontribusinya terhadap keterlibatan, pengalaman emosional, pemahaman iman, dan spiritualitas anak. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada Agustus–September 2025. Informan terdiri atas seorang pembina Sekolah Minggu dan 10–15 anak yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan perekaman audio-visual, kemudian dianalisis melalui reduksi data, pengodean, pengelompokan tema, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan memadukan perspektif psikologi musik dan teologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik memiliki fungsi multidimensional dalam peribadatan anak, meliputi fungsi pengiring, pengatur kegiatan ibadah, pembentuk suasana, emosional, sosial, pedagogis, dan spiritual. Lagu dengan melodi sederhana, ritme mudah diikuti, tempo yang sesuai, serta lirik yang dipahami anak cenderung meningkatkan partisipasi dan antusiasme. Penggunaan keyboard membantu menjaga tempo, menyediakan dasar harmonis, dan mengarahkan jalannya puji-pujian. Musik juga membantu anak memahami pesan iman melalui pengulangan lirik serta memberikan ruang bagi ekspresi emosional, interaksi sosial, dan pengalaman spiritual. Penelitian menyimpulkan bahwa pengelolaan musik yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak dapat mendukung terciptanya ibadah yang partisipatif, edukatif, dan bermakna.