Glenie Latuni
Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado, Tondano 95618, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Fungsi Musik dalam Peribadatan Anak Sekolah Minggu di Jemaat GMIM Sion Tempang Wilayah Langowan II Glenie Latuni; Meyny S.C. Kaunang; Gabriel Christian Kiling
Journal of Theory and Practice in Arts Vol. 1 No. 1 (2026)
Publisher : CV Wahana Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan fungsi musik dalam peribadatan Anak Sekolah Minggu di Jemaat GMIM Sion Tempang Wilayah Langowan II, Kabupaten Minahasa, dengan memperhatikan bentuk musik, penggunaan instrumen, pola penyajian, posisi dalam liturgi, serta kontribusinya terhadap keterlibatan, pengalaman emosional, pemahaman iman, dan spiritualitas anak. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada Agustus–September 2025. Informan terdiri atas seorang pembina Sekolah Minggu dan 10–15 anak yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan perekaman audio-visual, kemudian dianalisis melalui reduksi data, pengodean, pengelompokan tema, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan memadukan perspektif psikologi musik dan teologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik memiliki fungsi multidimensional dalam peribadatan anak, meliputi fungsi pengiring, pengatur kegiatan ibadah, pembentuk suasana, emosional, sosial, pedagogis, dan spiritual. Lagu dengan melodi sederhana, ritme mudah diikuti, tempo yang sesuai, serta lirik yang dipahami anak cenderung meningkatkan partisipasi dan antusiasme. Penggunaan keyboard membantu menjaga tempo, menyediakan dasar harmonis, dan mengarahkan jalannya puji-pujian. Musik juga membantu anak memahami pesan iman melalui pengulangan lirik serta memberikan ruang bagi ekspresi emosional, interaksi sosial, dan pengalaman spiritual. Penelitian menyimpulkan bahwa pengelolaan musik yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak dapat mendukung terciptanya ibadah yang partisipatif, edukatif, dan bermakna.
Pembelajaran Ekstrakurikuler Gitar di SMA Kristen 1 Tomohon Franklin Dumais; Glenie Latuni; Yosua Julio Kuhon
Journal of Theory and Practice in Arts Vol. 1 No. 1 (2026)
Publisher : CV Wahana Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembelajaran ekstrakurikuler gitar di SMA Kristen 1 Tomohon yang meliputi materi, strategi, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan musikologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara secara langsung dengan guru Seni Budaya atau pengajar ekstrakurikuler gitar, serta dokumentasi berupa foto, video, dan dokumen pendukung. Data dianalisis secara deskriptif melalui proses seleksi, pengorganisasian, penelaahan, dan interpretasi data berdasarkan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran gitar dilaksanakan secara bertahap dengan mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan musikal melalui praktik langsung. Materi pembelajaran mencakup pengenalan bagian-bagian gitar dan fungsinya, sikap dan posisi tubuh, teknik penjarian, teknik tirando, apoyando, strumming, serta pengenalan dan praktik akor dasar, khususnya akor C mayor. Strategi pembelajaran meliputi ceramah, demonstrasi, praktik, diskusi, evaluasi, remedial, dan tutor sebaya. Demonstrasi dan latihan berulang digunakan untuk membentuk keterampilan teknis, sedangkan remedial dan tutor sebaya diterapkan untuk mengakomodasi perbedaan kemampuan peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran terdiri atas kegiatan awal, inti, dan penutup, dengan evaluasi melalui identifikasi materi, demonstrasi teknik, serta praktik mengiringi lagu nasional. Keterlibatan mahasiswa Program Studi Seni Musik melalui kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan selama tiga bulan juga memberikan kontribusi melalui kolaborasi dengan guru Seni Budaya dalam memperkuat pengetahuan, keterampilan, dan pendampingan musikal. Penelitian menyimpulkan bahwa pembelajaran ekstrakurikuler gitar berlangsung secara sistematis, praktis, partisipatif, dan adaptif dalam mendukung pengembangan kemampuan musikal peserta didik.
The Role of Individual Practice in Musical Performance at GPDI Galilea, Sendangan Tengah, Kawangkoan District, Minahasa Regency Gratia Tumbelaka; Glenie Latuni; Widyata Sarayar
Journal of Theory and Practice in Arts Vol. 1 No. 2 (2026)
Publisher : CV Wahana Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the contribution of individual practice to the quality of musical performance in worship ministry at GPDI Galilea Kawangkoan. Individual practice is considered important because church musicians are required not only to master technical skills but also to demonstrate musical understanding, coordination, confidence, and spiritual responsibility during worship. This study employed a descriptive qualitative approach conducted at GPDI Galilea, Sendangan Tengah, Kawangkoan District, Minahasa Regency, North Sulawesi, from October 2025 to April 2026. Participants consisted of musicians involved in keyboard, electric guitar, bass, and drum ministries. Data were collected through direct observation, semi-structured interviews, and documentation, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing or verification. The findings indicate that individual practice contributes significantly to musicians’ technical readiness by improving chord mastery, rhythmic stability, song structure recognition, and instrument-specific skills. Individual preparation also strengthens team cohesion by allowing group rehearsals to focus on synchronization, dynamics, interpretation, and musical expression rather than basic technical difficulties. Furthermore, consistent practice enhances musicians’ musical understanding, self-confidence, and performance stability during worship. Beyond technical and psychological benefits, individual practice has a spiritual dimension, as musicians perceive preparation as an expression of responsibility, discipline, and commitment to ministry. Despite barriers such as limited instruments, time constraints, and differences in motivation, musicians employ adaptive strategies to maintain practice. The study concludes that individual practice is a multidimensional foundation for effective church music ministry.
The Role of Gospel Music in Enhancing Congregational Participation and Spiritual Experience at Gereja Gerakan Pentakosta Batu Karang Sejati Bitung Josua Natanael Sumigar; Glenie Latuni; R. A. Dinar Sri Hartati
Journal of Theory and Practice in Arts Vol. 1 No. 3 (2026)
Publisher : CV Wahana Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the role of gospel music arrangements in enhancing congregational participation and spiritual experiences during Pentecostal worship at Gereja Gerakan Pentakosta Batu Karang Sejati Bitung, North Sulawesi. The study employed a descriptive qualitative approach to explore congregants’ experiences, perceptions, behaviors, and responses to gospel music in a natural worship context. Data were collected through observations, semi-structured interviews with 20 congregants and the church pastor, and documentation of worship activities. The data were analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that gospel arrangements positively influenced the worship atmosphere and congregational participation. Although the songs and lyrics remained unchanged, modifications in rhythm, tempo, harmony, dynamics, vocal expression, and musical interaction created a livelier, warmer, and more expressive worship environment. Congregants demonstrated increased participation through active singing, clapping, hand raising, bodily movement, and responses to worship leaders. Younger congregants showed particularly positive responses, perceiving gospel music as energetic, creative, and relevant to their musical preferences. Gospel music also supported emotional and spiritual experiences, including greater enthusiasm, joy, peace, attentiveness, personal reflection, and feelings of closeness to God. However, respondents emphasized that music functions as a supporting medium rather than the sole determinant of spiritual experience, which remains influenced by personal faith and spiritual readiness. The study concludes that gospel music can function as an affective, participatory, social, and spiritual resource in Pentecostal worship when implemented with appropriate musical competence, coordination, expressive performance, and spiritual orientation.