Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa dalam antologi puisi Cermin karya Hadi Mulyadi dengan fokus pada tiga jenis gaya bahasa utama, yaitu perulangan, pertautan, dan pertentangan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis korpus data untuk mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan memahami pola penggunaan gaya bahasa secara sistematis. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan gaya bahasa dalam antologi ini memperkaya tema-tema seperti cinta kasih, religiositas, perjuangan, dan kritik sosial. Misalnya, gaya bahasa perulangan pada puisi Mama menekankan rasa terima kasih anak kepada ibu, sementara gaya bahasa pertautan dalam puisi Embun mencerminkan kedamaian melalui kerendahan hati. Gaya bahasa pertentangan dalam puisi Ayah menggambarkan perjuangan seorang ayah yang tersembunyi di balik keteguhan sikapnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya bahasa tidak hanya memperkuat estetika puisi tetapi juga menambah kedalaman makna, menciptakan keterlibatan emosional antara pembaca dan karya. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan pembelajaran sastra, khususnya dalam memahami dan mengaplikasikan gaya bahasa dalam konteks pendidikan. Selain itu, hasil penelitian ini relevan dalam konteks modern, seperti penggunaan gaya bahasa estetis di media sosial untuk mengekspresikan pemikiran kreatif. Studi ini juga membuka peluang penelitian lanjutan untuk membandingkan gaya bahasa dengan karya lain atau mengeksplorasi dampaknya dalam disiplin ilmu berbeda, seperti psikologi sastra dan linguistik kognitif.