Kinerja transportasi yang baik sangat penting dalam mewujudkan sistem mobilitas kota yang aman, nyaman, terjangkau, dan berkelanjutan. Di tengah meningkatnya kebutuhan mobilitas dan permasalahan kemacetan di kawasan perkotaan, transportasi umum seperti Bus Trans Jatim hadir sebagai solusi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik halte dan permukaan jalan terhadap kinerja operasional Bus Trans Jatim Koridor 1, menganalisis kesenjangan antara harapan dan kenyataan pelayanan berdasarkan persepsi pengguna dan juga menganalisis indikator kinerja seperti nilai load factor, headway, kecepatan dan waktu tempuh sesuai peraturan Permenhun RI No. PM 29 Tahun 2015. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang merupakan pengguna aktif Bus Trans Jatim Koridor 1. Metode yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) untuk menguji hubungan antar variabel, serta Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengidentifikasi prioritas perbaikan layanan dan juga Perhitungan Deskriptif untuk menghitung dari nilai dari item kinerja. Kombinasi metode SEM dan IPA dalam penelitian ini memberikan gambaran yang saling menguatkan, di mana hasil statistik mendukung analisis lapangan yang bersifat praktis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik karakteristik halte maupun permukaan jalan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja operasional bus. Semakin baik kualitas halte dan kondisi jalan yang dilalui, semakin meningkat pula kelancaran dan kenyamanan layanan yang dirasakan penumpang. Melalui analisis IPA, ditemukan bahwa terdapat beberapa aspek pelayanan yang masih berada di bawah harapan pengguna, terutama dalam hal ketepatan waktu, durasi perjalanan, dan kenyamanan akibat kondisi jalan yang tidak rata. Dengan perhitungan deskriptif ditemukan bahwa nilai load factor belum memenuhi standar dibandingkan dengan headway, kecepatan dan waku tempuh yang sudah memenuhi standar.