Arif Setiawan
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Go Digital dan GATI: Strategi Inovatif untuk Pemberdayaan UMKM dan Pencegahan Stunting di Desa Trosemi Ryan Rizki Adhisa; Helen Sapni Mahena; Atikah Pradika Putri; Bashirul Ali; Farhatu Anisa Setiawan; Febiola Anggita Putri; Irna Nuraeni; Ivan Bahtiar Al Fahri; Manna Andini; Sahda Salsabila Rosjadi; Arif Setiawan
Buletin KKN Pendidikan Vol. 7, No. 1, Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/buletinkkndik.v7i1.8755

Abstract

Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKNMAs) di Desa Trosemi bertujuan untuk mengatasi dua permasalahan utama, yaitu rendahnya adopsi digital oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta tingginya angka stunting pada anak-anak. Program ini terdiri dari dua kegiatan utama: Go Digital, yang berfokus pada pelatihan digitalisasi UMKM melalui pembuatan website, penggunaan e-commerce, dan manajemen bisnis berbasis digital, serta GATI (Gadon Hati sebagai Pemberian Makanan Tambahan), yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran gizi dan mencegah stunting melalui edukasi dan demonstrasi masak berbasis protein hewani. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sejumlah pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan mulai menerapkan strategi pemasaran digital, sementara orang tua peserta program GATI mengalami peningkatan pemahaman tentang pentingnya protein hewani dalam pencegahan stunting. Kendala utama dalam pelaksanaan adalah rendahnya literasi digital dan keterbatasan akses internet bagi UMKM serta pola konsumsi yang sulit diubah dalam edukasi gizi. Solusi yang ditawarkan meliputi pendampingan bagi UMKM dan sosialisasi intensif dalam edukasi gizi. Diharapkan program ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesehatan masyarakat Desa Trosemi.
Penguatan Literasi Digital, Etika Bermedia Sosial, dan Keamanan Digital bagi Pengurus dan Anggota Aisyiyah PRA Sroyo melalui Program Sosialisasi Mada Kusuma; Riskya Egi; Arif Setiawan
Buletin KKN Pendidikan Vol. 8, No. 1, Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/buletinkkndik.v8i1.17429

Abstract

Pemanfaatan media sosial memiliki peran penting dalam mendukung komunikasi, dakwah, publikasi organisasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Namun, Pengurus dan anggota Aisyiyah PRA Sroyo masih menghadapi kendala berupa rendahnya literasi digital, kurangnya pemahaman etika bermedia sosial, kesadaran terhadap keamanan digital, serta belum optimalnya pemanfaatan media sosial secara produktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan media sosial secara produktif, aman, dan beretika. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode Pendidikan Masyarakat (community education) melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Sosialisasi dilaksanakan pada 8 Februari 2026 di Masjid Al Istiqomah Ngledok, Sroyo, Jaten, Karanganyar dengan melibatkan sekitar 100 Pengurus dan anggota Aisyiyah PRA Sroyo. Materi yang diberikan meliputi literasi digital, etika bermedia sosial, keamanan digital, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah dan pemberdayaan ekonomi. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi, partisipasi peserta, dan umpan balik selama kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai literasi digital, etika komunikasi, verifikasi informasi, keamanan data pribadi, serta pemanfaatan media sosial sebagai media dakwah, publikasi organisasi, dan promosi usaha. Antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan kapasitas digital masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya digital yang produktif, aman, dan berkelanjutan di lingkungan Aisyiyah.
Pendampingan Digital Marketing Berbasis Content Creation bagi Diaspora Indonesia di Selandia Baru untuk Meningkatkan Visibilitas Usaha Hardika Dwi Hermawan; Siti Hadiyati Nur Hafida; Arif Setiawan; Taufik Probowasisto; Rian Fahardhi; Abdul Kadir
Buletin KKN Pendidikan Vol. 8, No. 1, Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/buletinkkndik.v8i1.18423

Abstract

Transformasi digital menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing usaha mikro dan kecil, termasuk usaha yang dikelola oleh diaspora Indonesia di luar negeri. Mill Bakery, salah satu unit usaha di bawah Fabulous Work Group Ltd. di Auckland, Selandia Baru, menghadapi permasalahan berupa pengelolaan media sosial yang belum optimal, ditandai dengan rendahnya konsistensi publikasi konten, belum tersusunnya content planner, serta keterbatasan kemampuan dalam produksi konten digital dan strategi branding. Program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PKM-KI) ini bertujuan meningkatkan kapasitas mitra dalam mengimplementasikan digital marketing melalui pelatihan dan pendampingan berbasis praktik. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Mentoring (PAM) yang meliputi asesmen kebutuhan, pelatihan, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi mitra dalam mengelola media sosial dan menghasilkan konten digital yang lebih berkualitas. Dampak program ditunjukkan oleh peningkatan jumlah pengikut Instagram dari 3.345 menjadi 4.224 akun (26,28%), perolehan 321.414 views, jangkauan 177.265 akun, serta peningkatan signifikan pada indikator engagement. Keberhasilan program didukung oleh kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Surakarta, Fabulous Work Group Ltd., PCIM New Zealand, dan praktisi digital marketing sebagai Key Opinion Leader (KOL). Program ini membuktikan bahwa pendampingan berbasis praktik dan kolaborasi internasional efektif dalam memperkuat kapasitas digital serta branding usaha diaspora Indonesia, sehingga berpotensi direplikasi pada UMKM dan komunitas diaspora di berbagai negara.