Atiqa Sabardila
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan melalui Kegiatan Penghijauan pada Siswa MIM Derasan Sempu, Boyolali Atiqa Sabardila; Anggi Desatria Budiargo; Galih Wiratmoko; Juan Artha Himawan; Aprilia Triutami; Ayu Intansari; Desti Setiyowati; Dizy Hana Tri Cahyani; Ratnawati Handayani; Suistri
Buletin KKN Pendidikan Vol. 1, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/buletinkkndik.v1i2.11349

Abstract

Program penghijauan yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan adalah kegiatan yang dilaksanakan di MIM Derasan Sempu, Kabupaten Boyolali. Ada dua alasan yang mendasari pelaksanaan program ini adalah sebagai berikut: (1) lingkungan sekolah yang gersang, dan (2) kurangnya kesadaran siswa tentang lingkungan sekolah. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang membuang sampah sembarangan. Artikel ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap lingkungan melalui program penghijauan dan untuk memperkenalkan jenis media tanam kepada siswa. Dua jenis media tanam digunakan dalam program penghijauan ini, yaitu tanah dan hidrogel. Metode dalam kegiatan ini berupa analisis situasi, identifikasi masalah, menentukan tujuan kerja, rencana pemecahan masalah, pendekatan sosial, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan adalah siswa lebih peka terhadap lingkungan. Hal ini terlihat dari kegiatan mereka melakukan penyiraman tanaman setiap pagi yang dilakukan sesuai dengan jadwal piket. Siswa juga dapat bertanggung jawab untuk memelihara dan merawat tanaman.
Peningkatan Antusiasme dan Pemahaman Siswa dalam PBM melalui Metode Talking Stick di MIM Jatisari Kedungdowo, Boyolali Atiqa Sabardila; Arif Rahman Fachri; Eric Santoso; Ninik Nur Aini; Mila Safitri; Dita Meinindya Putri; Novita Aisah Damayanti; Linda Hermawati; Adisti Nur Pratiwi; Ria Safira
Buletin KKN Pendidikan Vol. 1, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/buletinkkndik.v1i2.11352

Abstract

Proses belajar-mengajar merupakan suatu cara guru dan murid berinteraksi dengan menciptakan suasana kelas yang kondusif dan menarik minat belajar siswa. Untuk itu, guru sangat penting memilih metode pembelajaran supaya siswa semangat dan termotivasi untuk belajar di sekolah. Metode talking stickyang telah diterapkan di MIM Jatisari, Kedongdowo, Boyolali merupakan metode yang tepat dalam meningkatkan antusiasmedan pemahaman belajar siswa. Aplikasi metode initelah menjadikan siswa dengan mudah memahami apa yang mereka pelajari, membuat siswa aktif di dalam kelas, mendapat kesempatan yang sama karena mendapat giliran memegang tongkat yang mengharuskan mereka menjawab pertanyaan guru,dan berpengalaman mengekspresikan pendapatnya di kelas. Metode ini berbeda dengan metode yang biasa digunakan oleh gurudi MIM Jatisari tersebut. Metode ini lebih santai dan sesuai untuk siswa yang sulit memahami materi, serta dapat merangsang keingintahuan siswa dalam mendalami pengetahuan. Hal tersebut diharapkan mampu mengembalikan fokus siswa dalam belajar dan membuat siswa dapat memahami materi dengan mudah.
Kohesi Gramatikal pada Artikel Redaksi Bertema Seni dan Budaya di Media Digital Mojok.co Utia Nur Hafidza Rizkya Ramadhani; Atiqa Sabardila
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i2.446

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran kohesi gramatikal dalam 15 artikel redaksi bertema seni dan budaya di Mojok.co (periode Juni–Oktober 2024). Dengan pendekatan analisis wacana kualitatif, ditemukan bahwa penggunaan substitusi, referensi, repetisi, dan konjungsi tidak hanya berfungsi sebagai alat linguistik untuk memperkuat struktur teks, tetapi juga menjadi sarana penyampaian ironi, humor, dan kritik sosial yang khas. Hasil analisis menunjukkan tiga fungsi utama: (1) membangun argumen yang sistematis, (2) meningkatkan keterikatan pembaca melalui gaya narasi personal, dan (3) memperkuat identitas kultural dalam menyampaikan pesan seni-budaya. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap studi linguistik terapan, khususnya dalam konteks media digital Indonesia, dengan menegaskan bahwa kohesi gramatikal tidak sekadar alat teknis, melainkan elemen strategis dalam membentuk gaya penulisan yang efektif dan berdampak sosial.