Transformasi digital menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing usaha mikro dan kecil, termasuk usaha yang dikelola oleh diaspora Indonesia di luar negeri. Mill Bakery, salah satu unit usaha di bawah Fabulous Work Group Ltd. di Auckland, Selandia Baru, menghadapi permasalahan berupa pengelolaan media sosial yang belum optimal, ditandai dengan rendahnya konsistensi publikasi konten, belum tersusunnya content planner, serta keterbatasan kemampuan dalam produksi konten digital dan strategi branding. Program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PKM-KI) ini bertujuan meningkatkan kapasitas mitra dalam mengimplementasikan digital marketing melalui pelatihan dan pendampingan berbasis praktik. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Mentoring (PAM) yang meliputi asesmen kebutuhan, pelatihan, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi mitra dalam mengelola media sosial dan menghasilkan konten digital yang lebih berkualitas. Dampak program ditunjukkan oleh peningkatan jumlah pengikut Instagram dari 3.345 menjadi 4.224 akun (26,28%), perolehan 321.414 views, jangkauan 177.265 akun, serta peningkatan signifikan pada indikator engagement. Keberhasilan program didukung oleh kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Surakarta, Fabulous Work Group Ltd., PCIM New Zealand, dan praktisi digital marketing sebagai Key Opinion Leader (KOL). Program ini membuktikan bahwa pendampingan berbasis praktik dan kolaborasi internasional efektif dalam memperkuat kapasitas digital serta branding usaha diaspora Indonesia, sehingga berpotensi direplikasi pada UMKM dan komunitas diaspora di berbagai negara.