Marshalonika Rindi Verisa
Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Jenis TB Paru dengan Hasil Tes Cepat Molekuler (TCM) pada Remaja Usia 10 hingga 19 Tahun di Poli DOTS Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Tahun 2020–2024 Marshalonika Rindi Verisa; Herry Garna; Lelani Reniarti Marsaman
Bandung Conference Series: Medical Science 333-340
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22178

Abstract

Abstract. Tuberculosis (TB) in adolescents remains a significant public health concern that requires accurate detection and appropriate management, particularly in cases of drug-susceptible TB (DS-TB) and drug-resistant TB (DR-TB). The Rapid Molecular Test (RMT) is recommended for the diagnosis of Mycobacterium tuberculosis and the detection of rifampicin resistance. This study aimed to analyze the association between pulmonary TB types (DS-TB and DR-TB) and RMT results among adolescents aged 10–19 years at the DOTS Clinic of dr. Soekardjo Regional General Hospital, Tasikmalaya, from 2020 to 2024. This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach using quantitative methods. Secondary data were obtained from medical records of eligible patients using a total sampling technique. Data were analyzed using chi-square and Fisher’s exact tests with a significance level of p ≤ 0.05. The results showed that DR-TB cases were more prevalent than DS-TB cases. A statistically significant association was found between pulmonary TB type and RMT results, as well as between certain clinical characteristics, such as cavitary lesions on chest radiographs, and DR-TB occurrence (p < 0.05). In conclusion, pulmonary TB type is significantly associated with RMT results in adolescents, highlighting the importance of RMT in early detection and appropriate therapeutic decision-making for adolescent TB patients. Abstrak. Tuberkulosis (TB) pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan deteksi dan penatalaksanaan yang tepat, terutama pada kasus TB sensitif obat (SO-TB) dan TB resisten obat (RO-TB). Tes Cepat Molekuler (TCM) direkomendasikan sebagai metode diagnosis untuk mendeteksi Mycobacterium tuberculosis sekaligus resistensi rifampisin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan jenis TB paru (SO-TB dan RO-TB) dengan hasil pemeriksaan TCM pada remaja usia 10–19 tahun di Poli DOTS RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya tahun 2020–2024. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan metode kuantitatif. Data sekunder diperoleh dari rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan Fisher’s exact test dengan tingkat kemaknaan p ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien merupakan kasus RO-TB dibandingkan SO-TB. Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara jenis TB paru dan hasil pemeriksaan TCM, serta ditemukan keterkaitan yang signifikan antara karakteristik klinis tertentu, seperti gambaran kavitasi pada foto toraks, dengan kejadian RO-TB (p < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa jenis TB paru berhubungan secara signifikan dengan hasil TCM pada remaja, sehingga pemeriksaan TCM berperan penting dalam deteksi dini dan penentuan strategi terapi yang tepat pada pasien TB remaja.